Rabu, 08 Oktober 2014

Be Better Muslimah

Di langit sore yang cerah, bulan Oktober baru seminggu dimasuki dan Ujian Tengah Semester sedang dilalui, aku disini di masjid alhikmah kembali menorehkan catatan rindu seorang akhwat. Baru dua puluh empat mingguan mengikuti kegiatan rutin disii, belajar sisi keilmuan islam dan menjalin ukhuwah bersama muslimah, merasa sangat beruntung. Ketika niat baru terbersit dihati, namun cukup dengan keinginan, allah membukakan jalan. Tiap hari selalu ditiupkan nafas-nafas islam, di dekatkan dengan keilmuan yang telah tertuang ditumpukan mushaf, hatiku telah tertaut. Disini bersama indahnya islam. 
Mencintai islam artinya mencintai allah, rasulullah, mengikuti ajarannya; mengikuti yang haq dan menjauhi kebathilan. Setiap mempelajari, semakin terasa bodohlahdiri. Menyiakan waktu, malas membaca, ibadah sekadarnya mdan dosa-dosa lainnya membuat semakin membuncah penyesalan. Hidayah allah, tidak ada yang tahu akan menyinari siapa, tapi sebagai insan tugas kita untuk mencari tahu dan mendekatinya maka akan terbukalah mahligai cinta manisnya surga.
Khilafiyah yang sebelumnya sering kuberdebatkan tidak lagi menjadi acuan, aku mengerti tidak semudah itu memutar balikkan hati yang terluka, ia suatu saat akan diobati aleh Rabb yang maha penyayang dan kesembuhan hanyalah kepastian dari semua pesakitan. 
Yang baru dari minggu ini, Dont judge book by the cover jangan menilai jiwa hanya dari tampilan luarnya. Bisa jadi ia sekarang seperti ini tapi, kita tidak pernah tahu ketetapan dan hidayah allah. Ia sekarang ingin belajar ilmu allah, walau ada yang meragukan, insya allah Rabbul Izzati yang akan memberi petunjuk. Semoga allah melimpahkan keistiqomaha dan menautkan hatinya dalam kemulian islam. Juga apalah amalan yang diri ini miliki sehingga merasa lebih buaik dan boleh menilai orang lain. Sholat yang masih terburu-buru, sunnah yang enggan dikerjakan, janji yang tak ditepati, amanah yang dikerjakan sekenanya dan masih buanyak lagi. Jadi apa yang kamu banggakan, sedangkan kamu tidak memiliki apa-apa? Berusaha itu adalah tugas kita, sedangkan buah dari usaha itulah ketatapan milik allah.
So Istiqomah Ukhty, Allah Love You So Much <3


Senin, 15 September 2014

Ready for Mentoring

hari kedua mengikuti mentoring bersama si "diya". alhamdulillah materi syahadat mengingatkan akan kasih cinta untuk allah dan rasul muhammad bahwa syahadat itu tiap hari kita ucapakan, lima hari sekali bahkan ketika sholat sunnah dan melakukan aktivitas lainnya seperti membayar zakat pasti yang namanya syahadat tidak pernah lepas. jadi dengan kita mengucapkan syahadat, berarti kita telah berkomitmen pada allah dan rasulullah. dengan komitmen berarti kita yakin, percaya, dan tanggung jawab dalam melangamalkan. yakin bahwa setiap hal yang diperintahkan pasti ada karunia besar. 
 pagi ini mentoring dimulai jam enam pagi, kami berkumpul di depan gedung rektorat, menghadap ke gedung FKIP. alhamdulillah juga tidak bertemu saudaraku di masjid, bagaimana perasaan mereka jika mereka tahu aku mengikuti halaqah di organisasi yang lain. karena tidak ingin menyakiti hati mereka juga tidak mampu menolak rasa untuk menuntut ilmu, akhirnya aku tetap datang ya walaupun dengan sembunyi-sembunyi. ya allah ampuni hamba ya allah.. 
pagi ini halaqah di mulai dengan tilawah satu halaman bergantian, dilanjutkan dengan menyimak berita aktual mengenai fenomena saat ini, kultum, dan pemberian materi dari murabbi. luar biasa bisa belajar bersama mereka, tidak ingin lepas dari mereka.
tadi malam aku mendapat teguran. dari teman sejawat tempat segala keluh kesah ku tumpahkan. dia yang mengajak ku ke masjid, memperkenalkanku dengan mereka dan belajar ilmu islam. tentulah walau dia mengetakan netral tidak memihak salah satu golongan tapi tetap saja dia sudah bertahun-tahun di masjid pasti ada rasa kecenderungan hati melabuh disana. seperti seorang menantu yang diterima di keluarga baru dengan hangat tentulah hatinya telah berpaut. sesungguhnya semua golongan itu sama mengajak pada yang makruf dan menolak yang mungkar namun dengan sarana kendaraan yang berbeda.
segala kegalauan ini tidak mungkin lagi ku ceritakan padanya, pendapat dari sudut objektif pasti lebih condong pada salah satu. hanya disini, di selembar kertas putih di display laptop ku curahkan rangkaian pernak-pernik isi hati. sebagai bahan muhasabah jika suatu saat di masa depan, aku ingin tahu seperti apa masa kuliahku, maka peninggalan ini yang akan menjadi jejak pencarian hidupku..
oh iya ada hal yang mengiris hati, miris tempat majlis ilmu yang kami di trotoar . dipinggir jalan detemani diringin sautan sapu bapak pasukan kuning yang membersihkan daun-duan juga mahasiswa yang lalu lalang berangkat ke kampus. ada beberapa bapak juga yang menegur kami karena menghalangi jalan. kamu tahu apa yang aku rasakan? miris. sementara kemarin aku mengikuti kajian di masjid dengan lantai yang bersih, ruangan yang sejuk dan fasilitas lainnya sementara saudara pejuang dakwah lainnya kesulitan untuk mencari tempat untuk menyampaikan ilmu allah. kami punya tujuan yang sama, dengan jalan yang sama, kenapa tidak saling membantu bahu-membahu dalam menyaiarkan dakwah? cukup..okey stop. hamasah, yakin percaya allah pasti akan menolong dan membantu dalam memperjuangkan agamanya. suatu saat pasti LDK akan terbuka, dan membagi masjidnya dengan pejuang lainnya. Aaminn :)

Puzzle in LDK

Jember itu aneh-katanya. Tidak seperti universitas lain di indonesia, di jember organisasi nasional yang satu ini tidak bisa seluasa bergerak lincah. Jadi organisasi ini namanya “KAMMI”, aktivis dakwah ini bukan nama yang asing bukan? Ya Kammi merupakan singkatan dari kesatuan aksi mahasiswa muslim indonesia ini mempunyai basis kuat di seluruh penduru unit kerohanian islam di indonesia. Selain kaderasi yang kuat, pendidikan tarbiyah yang mereka usung memang benar-benar membawa perubahan besar bagi hidup mahasiswa khusunya mahasiswa baru yang pertama kali memasuki dunia perguruan tinggi. Dengan mengusung motto muslim negarawan, mereka bercita-cita menjadi pemuda cerdas, bermental kritis, dan memahami masalah politik di negeri ini dengan berlandaskan asas islam yang kuat. Sebelum resmi menjadi kader kammi, ada pengkaderan biasanya disebut dm atau dauroh marhalah. Kegiatan ini mewajibkan peserta mempelajari buku mantuba yaitu buku-buku pengobar semangat buah karya hasan al banna, sayyid qutbh, anis matta dan tokoh islam berpengaruh lainnya. Kegiatan dm akan mewajibkan pesertanya untuk menginap dimana akan ada diskusi kelompok mengenai fenomena saat ini dan peserta bebas untuk mengeluarkan seluruh pendapatnya, ibadah utama juga tidak ditinggalkan disini. Sholat lima waktu berjamaah dan sholat sunnah tidak pernah ketinggalan, tilawah bergilir, dan membaca doa-doa juga dipelajari di kegiatan ini.  Peserta juga dilatih menjadi pemimpin dengan di tuntut maju ke depan, dan mengucapkan cita-citanya. Selanjutnya ketika sudah resmi menjadi anggota maka anggota bisa mengikuti kegiatan kammi baik sektor daerah bahkan lintas provinsi. Disini anggota akan mengenal banyak aktivis dakwah dari berbagai daerah bahkan bisa berkenalan dengan tokoh-tokoh berpengaruh di kancah negara.dari tokoh berpengalaman tersebut, anggota bisa belajar bagaiaman memulai dari nol untuk menjadi luar biasa. Jadi ukhuwah yang diperoleh luas sekali dan menyatuka antar suku bangsa.  Di tahun-tahun selanjutnya jika sudah mampu maka akan ada dm 1 dan dm 2.
Begitulah sekilas yang saya ketahui tentang kammi. Sungguh jiwa ini rindu untuk bergabung, tapi tak sampai tega merusak ukhuwah yang sudah saya bangun di masjid.  Pasti kamu bertanya-tanya bagaiamana bisa ikut kammi akan merusak ukhuwah di masjid?
Jadi seperti ini, kondisi kammi di jember dan di kota lain itu berbeda. Disini kammi tidak bisa masuk masjid kampus sesuka hati apalagi mengadakan pertemuan bahkan acara di masjid kampus. Kenapa?  Sebenarnya bukan mengungkapkan aib suatu golongan, apalagi tempat yang sudah terbuka mengajari saya tentang islam dari pemula. Ini hanya sebagai pembelajaran bahwa ada ketegangan sosial disini, ada ketimpangan dan ketidak adilan yang dirasakan salah satu golongan.
Masjid utama yang ada di lingkungan universitas jember ini Cuma ada satu, masjid yang sering dilewati mahasiswa dan menjadi pusat kegiatan kerohanian islam. Masjid memiliki fasilitas sama dengan masjid lainnya, namun perbedaannya ada pada pengurusnya yaitu mahasiswa. Mereka mempunyai organisasi sendiri yang mengatur segala kegiatan dakwah yang ada di dalam masjid. Mereka memilki kekuasaan penuh agenda apa yang bisa diadakan dan apa yang dilarang. Mereka disebut dengan lembaga dakwah kampus (LDK). Jadi kekuasaan seratus persen ada di mereka, mulai dari kegiatan hari senin sampai seninn selanjutnya mereka sudah punya catatan sendiri. Mereka yang notabene organisasi resmi dan memiliki SK, mendapatkan fasilitas penuh dar universitas. Masalahnya terletak disini, tidak ada pembagian dan pembukaan pintu kepada organisasi lain yang ingin mengadakan kegiatan di masjid. Alasannya satu, LDK sudah memiliki agenda sendiri di dalam masjid yang tidak bisa di ganggu gugat oleh yang lain. Dari keegoisan ini, rasa iri pun muncul. Bagaimana mungkin organisasi besar dengan kader yang sangat banyak tidak dapat mengadakan kegiatan di masjid kampus padahal seyogyanya masjid adalah tempat berdakwah dan patutnya dimiliki bersama.
Mengapa LDK di masjid sampai sekeras itu? Saya juga masih bertanya-tanya. Mungkin rencana allah kenapa saya masih belum bisa bergabung bersama kammi karena ini, puzzle yang sudah lama terpisah ini ingin saya gabungkan sehingga jawaban dari pertanyaan semua orang bisa saya jawab. Memang tidak cukup jika hanya mendengar katanya seperti ini seperti itulah, saya tidak bisa menilai jika saya sendiri tidak menyelami dan merasai. Bukan karena ingin mencari kesalahan masing-masing sisi tapi saya ingin menjawab dan memperbaiki luka yang pernah ada di hati aktivis dakwah kepada LDK.
penyemangat bagi diri saya : keep hamasah ya, kamu bisa, bersabar, dan terus belajar. tidaka apa-apa sekarang masih belum ada kesempatan, jika allah ridho akan pasti ada waktunya. SABAR YA !!  :)

Keputusan

Hari ini aku mendapat amanah menjadi bagian dari pemakmur masjid bersama mereka bidadari dunia. Ya allah hamba takut, amanah menjadi takmir masjid pastilah tak mudah. Ini bukan sekedar tanggung jawab pada organisasi di fakultas tapi ini masjid, tempat paling dekat dengan allah. Padahal di awal masuk, aku tak ada niatan untuk menjadi pengurus, aku hanya ingin tahu siapa mereka, apa yang mereka kerjakan, kenapa mereka ke masjid setiap hari, tidak seperti orang-orang pernah ku kenal. Pakaian mereka juga seram, baju kurung warna gelap, sekelam bayangan berita yang serng ku tonton dari media. Membicarakan ini mungkin tak ada habisnya, banyak dari cerita ku membahas ini, berkali-kali membicarkan dari berbagai sudut suasana hati.
Dari ujung jalan sana, ada rumah yang lebih indah. Menawarkan bunga-bunga yang wangi dan bermacam jenisnya. Tapi sayang sebelumnya aku sudah memetik bunga yang lain padahal kesempatan yang diberikan cuma satu kali. Sewangi apapun aku tidak bisa mengambilnya kecuali melepas bunga yang sedang ku genggam. Resikonya besar, jika bunga itu ku lepas tentu orang yang memberikannya akan kecewa padaku. Aku akan merusak persahabatan kami padahal bunga ini tadinya dia berikan sebagai tanda sayang kasihnya padaku. Ya begitulah.. Mengerti maksudku? 
Ada kekecewaan berat, sakit sekali tidak bisa memtik bunga di rumah tadi. Tapi bagaimana lagi. Kalaulah sekarang aku masih belum bisa, insya allah akan ada bantuan dari allah suatu saat nanti untukmu. Rencana allah tidak ada yang tahu kan? Allah maha tahu yang terbaik bagi makhluknya..
Aku yang awalnya bukan siapa-siapa kini mulai menjadi apa-apa. Aku harus berubah.. Okeyy
Tapii, masih berat. Aku ingin mengikhlaskan tapi sangat sulit, bagaimana ini ya allah?? :(
Ini yang terbaik, yakin itu. Ini dar dan ini jalan allah. Allah ingin aku memperbaiki dan mempersiapkan diri sebelum bergabung bersama mereka..akan ada riziki yang allah siapkan. Yakin?? Percaya? Harus :)


C'mon Choose ya


Alhamdulillah beginilah aktivitasku saat ini. Allah mengaruniakan nikmat yang luar biasa, bisa mengenal dengan bidadari dunia yang ikhlas berkorban demi agama allah. Hal sangat berbeda dengan kehidupanku setahun yang lalu, sangat asing dengan halaqah bahkan istilah umum seperti afwan atau jazakillah saja aku tak mengerti artinya. Titik balik dimulai dengan mengenal mereka aktivis dakwah, mengajak ku berkumpul dengan jamaahnya dan memperkenalkanku dengan jendela baru dari hari-hari biasaku.
Saat ini aku kebingungan, ya begitulah sifat manusia was-was atau ragu-ragu, aku tak paham diriku ini masuk yang mana. Di satu sisi aku ingin berkumpul dengan mereka, menghadiri kajian ilmunya, hal luar biasa sebagai pengobat luka hatiku namun ketika aku menemukan sisi gelapnya, hal yang wajar bukan jika terbersit pikiran untuk singgah di halaman hijau orang lain?
Seperti yang kemarin kegiatan yang ku ikuti. Mereka orang-orang luar biasa, aku yakin insya allah suatu saat mereka akan jadi pemimpin hebat. Persis seperti jiwa pemuda yang dipenuhi hasrat menggebu-gebu, ya demi memakmurkan agama dan bangsa tentunya. Bicara mereka tegas, namun tidak keras. Mereka mengerti dan mampu berkomunikasi dengan kawannya amat baik. Mungkin ini pandanganku sebagai orang awam, aku belum tahu pasti seperti apa, namun ketika nanti pintu gerbang ke rumah mereka ke masuki, aku akan tahu. Bukan ingin mencari kesalahan, namun aku ingin belajar bagaimana hidup yang sesungguhnya di mulai dari saat mahasiswa.
Ketika kemarin aku terlambat untuk menabung pengalaman, maka inilah saatnya satu tahun terakhir aku harus merasai setiap tempat. Ini akan jadi ilmu, berharap aku bisa berubah dan bisa menjadi pendakwah. Haha cita-cita muluk, tapi dengan niat insya allah nanti ada allah yang akan memudahkan jalan menuju tujuanku.


Sabtu, 13 September 2014

Semester7

Hari baru disemester tujuh antara senang dan gugup. Senang karena akhirnya tanggung jawab akan segera purna dilanjurkan dengan mencari rizki untuk orang tua dan gugup akankah aku berhasil melewati satu tahun kedepan dengan siap dan matang.
Selain mntal percaya diri yang harus kupersiapkan, lingkungan yang baik dan kondusifpun juga sudah ditangan. Setelah kebingungan selama tiga tahun, ku putuskan setahun terakhir in harus dihabiskan dengan bermakna dan perbuhan besar. Bersama mereka aku akan belajar ilmu agama, sebagai pengobat haus kalbuku juga keikhlasan beribadah supaya allah mudahkan jalanku. Terakhir dengan ketekunan dan menghapus kemalan, insya allah jalan itu pasti allah bukakan.
Disini hal-hal baru kupelajari. Ada sholat berjamaah, mengaji bersama juga mempelajari tajiwid serta terjemahnya disini juga bergiliran memberikan kultum subuh dengan tema yang berbeda setiap hari. Aku yang kaku berbicara di depan umum harus siap-siap belajar dan mengamalkan agar ilmu ini tidak hilang dan menjadi manfaat.
Banyak kelbihan yang aku rasakan selain ruhiyah, jasmaniyah juga terpenuhi. Alhamdulillah uang saku setiap bulan bisa dihemat. Biasanya uang segitu hanya cukup untuk sewa kamar tapi sekarang malah cukup untuk makan dua kali sehari. aku juga jadi tidak malas untuk bersih-bersih karena ada piket menyamu dan mengepel juga memasak. Sungguh luar biasa. 
Kami tinggal berlima disini, walaupun masih agak kaku karena baru mengenal tapi aku akan berusaha berkomunikasi dengan mereka. Wajib. Disamping kamarku ada mbah dul, beliau adalah orang tua perempuan dari pemilik rumah kontrakan. Beliau terkena stoke sejak bertahun-tahun lalu. Tak tega rasanya melihat mbah dul tetatih-tatih berjalan ke kamar mandi serta mencuci sendiri.


Maaf ibu-Saya bersalah

Hidup saya-mudah ketika mengatakan saya siap istiqomah-tapi ternyata jalannya tidak mudah. Bukan Cuma kerikil, jarum, benda-benda keras dan tajam siap mengahalangi langkah saya. Seperti itulah syaitan sangat bersemangat mengahalangi orang yang ingin berubah. Keragu-raguan selalu dimunculkan. Apa ini jalan yang benar, bagiamana jika jalannya buntu, ahh-membuat manusia bingung dan tidak sampai ke pentas akhir.
Benar kata murabbiku iman itu ibarat bara api, dipegang akan merasakan panas namun ketika di lepas hanya kegelapan yang tersisa. Istiqomah itu mudah di ucapkan, tapi ternyata.. yasudahlah yang penting sekarang saya sudah berniat. Insya allah, ada yang maha kuasa yang memberi petunjuk.
Begitu banyak kesalahan yang seharusnya bisa saya cegah dan hindari. Salah satunya sholat. Seandainya saya tidak lalai dan mengulur waktu mungkin azab allah yang dijanjikan tidak akan muncul di permukaan pikiran. Yang paling parah, saya yang saat ini menempuh pendidikan kesmas tidak bisa berbuat apa-apa untuk ibu saya yang hamil. Jangankan perhatian, meringankan pekerjaan rumah yang amat berat pun saya kesulitan untuk maju kedepan. Akhirnya penyesalan seumur hidup yang saya dapatkan, kemarin hari kamis/12 september 2014 pukul 14.30, ibu saya melahirkan esorang adik laki-laki tapi setengah jam berlalu saya diberi kabar lagi oleh kakak ipar, adik yang belum sempat saya jumpai telah berpulang ke sisi Rabbi, Allah azza wajalla. Innalillah, mimpi buruk menjadi kenyataan. Air matapun tak ada gunanya, ibaratkan menunggu panas di musim dingin-tidak mungkin terjadi-saya menyesal. Harusnya ketika ibu kebingungan ketika tahu dirinya hamil di usia yang tak lagi muda, mestinya menenangkan ibu. Mengatakan kalimat-kalimat motivasi yang pernah saya baca bahwa masih ada saya. Ibu tidak sendiri, itu rizki dari allah. Sekarang hanya air mata yang mengering dihati, yang saya rasakan.

Ibu, saya amat menyayangimu. Andai saya harus membalas semua pengorbananmu tak akan mampu, ibu. Maaf hanya itu yang mampu saya ucapakan. Ibu, kau bidadari hidupku. Kau yang menjadi penuntunku saat semangat ini lemah, takut akan kegagalan, ragu, mendengar suaramu membuatku bangkit lagi. Ku harap  Allah memberikan rizki untuk keluarga kita, sungguh aku ingin mencurahka kasihku untukmu.. ibu maafkan aku.. aku sayang padamu..

Sabtu, 30 Agustus 2014

Goes Chapter 2

Hari baru disemester tujuh antara senang dan gugup. Senang karena akhirnya tanggung jawab akan segera purna dilanjurkan dengan mencari rizki untuk orang tua dan gugup akankah aku berhasil melewati satu tahun kedepan dengan siap dan matang.
Selain mntal percaya diri yang harus kupersiapkan, lingkungan yang baik dan kondusifpun juga sudah ditangan. Setelah kebingungan selama tiga tahun, ku putuskan setahun terakhir in harus dihabiskan dengan bermakna dan perbuhan besar. Bersama mereka aku akan belajar ilmu agama, sebagai pengobat haus kalbuku juga keikhlasan beribadah supaya allah mudahkan jalanku. Terakhir dengan ketekunan dan menghapus kemalan, insya allah jalan itu pasti allah bukakan.
Disini hal-hal baru kupelajari. Ada sholat berjamaah, mengaji bersama juga mempelajari tajiwid serta terjemahnya disini juga bergiliran memberikan kultum subuh dengan tema yang berbeda setiap hari. Aku yang kaku berbicara di depan umum harus siap-siap belajar dan mengamalkan agar ilmu ini tidak hilang dan menjadi manfaat.
Banyak kelebihan yang aku rasakan selain ruhiyah, jasmaniyah juga terpenuhi. Alhamdulillah uang saku setiap bulan bisa dihemat. Biasanya uang segitu hanya cukup untuk sewa kamar tapi sekarang malah cukup untuk makan dua kali sehari. aku juga jadi tidak malas untuk bersih-bersih karena ada piket menyamu dan mengepel juga memasak. Sungguh luar biasa.

Kami tinggal berlima disini, walaupun masih agak kaku karena baru mengenal tapi aku akan berusaha berkomunikasi dengan mereka. Wajib. Disamping kamarku ada mbah dul, beliau adalah orang tua perempuan dari pemilik rumah kontrakan. Beliau terkena stoke sejak bertahun-tahun lalu. Tak tega rasanya melihat mbah dul tetatih-tatih berjalan ke kamar mandi serta mencuci sendiri.


Goes Chapter 1

LDK, Pertama kali aku mendengar namanya sudah terbayang ketakutan akan sekumpulan muslimah berjubah panjang berwarna kelam, hitam abu-abu atau coklat dengan jilbab menjulur hingga ke pinggang. Atau anggota laki-lakinya dengan celana cingkrang dan berjenggot sangat khas sekali dengan ciri-ciri teroris yang sering ku tonton di telivisi. Sekumpulan anak masjid yang rajin sekali datang pagi-pagi menunggu di depan gedung registrasi mahasiswa baru yang akan memulai bangku perkuliahan. Sejak SMA aku sudah diwanti-wanti oleh guru maupun kenalan kakakku yang pernah menimba ilmu di kota ini agar aku berhati-hati dengan anak masjid. Jangan memakai pakaian yang akan mengundang mereka untuk mengajakmu ke masjid kalau bisa hindari ketika berjumpa dengan mereka.

Itu yang selalu tertanam di kedalaman lembah otak dan pemikiranku, tanpa mencari tahu kebenarannya aku meyakini apa yang merka katakan karena mereka lebih dewasa pasti benar dan lebih tahu. Selama kuliah hidupku statis, cukuplah hanya dengan sholat setiap hari walau kadang diakhir waktu dan sesekali membuka lembaran kitab suci beberapa minggu sekali.

Benar kata buku yang pernah kubaca, “jangan menilai kesalahan seseorang mewakili seluruh bagian kelompoknya, Dont judge book by the cover”. Pelajari dan selami dulu baru boleh menilai. Di ujung masa kuliah, sedikit pikiran ini terjernih. Dimulai dari pendekatan mengenai pemakmur masjid kota gudek Jogja, aku mulai tertarik dengan mereka. Sangat rela kuliah tertunda, asalkan bisa memperoleh ilmu yang benar-benar bermanfaat bagi umat, bahkan ada yang sudah berjanji kepada orang tuanya untuk terlambat lulus satu tahun. subhanllah, aku penasaran apa gerangan mereka rela padahal mahasiswa yang lain berlomba-lomba berpacu seperti kuda perang agar lulus secepa-cepatnya.

Pengalaman pertamaku ke masjid kampus, di awal tahun di sebuah masjid kecil di pelataran fakultas, mengajarkanku tentang najis, ilmu yang sudah lama tak ke dengar sejak ku tinggalkan Tsanawiyah. Tergerak hati ini, aku ingin belajar ilmu agama lagi, ilmu sudah lama tak ku dengar, denyut-denyut ilmu yang ku rindukan. Prosesny berlangsung sebentar, hanya 30 menit padahal aku ingin berlama-lama di masjid itu. Lama tak ku dengar temanku itu mengajak kembali ke masjid. Aku rindu, ingin memasuki rumah allah. Hari demi hari berganti, kenapa dia tidak mengajakku lagi. Hufft... L.

Sore hari di lobi kampus, datanglah teman yang lain menhampiriku, menawarkan datang ke majlis ilmu, datang pada mereka yang di awal kutakuti. Dia bahwan menawarkan untuk menjemputku, tak apa jika aku menggunakan celana bukan rok panjang yang sering mereka pakai. Awal tiba disana, aku kikuk. Hanya beberapa orang saja yang ku kenal. Sempat aku meremehkan mereka, ada seorang penceramah di depan majlis tapi kenapa mereka yang berjubah panjang ada yang tidak menyimak isi tausiyah. Kemuadian tak ku pedulikan mereka, biarlah aku ingin mendapatkan ilmu disini. Selesai majlis mataku berembun, inilah islam yang telah lama ku genggam tapi tak dikenal. Islam yang indah, dengan pegangan yang tidak akan membuat umatnya kebingungan mengenai dasar ilmu kehidupan. Sore itu, ku teguhkan perasaan ini. Saatnya berubah, membersihkan lumut dosa di sepanjang umur ini dan belajar bersama mereka tentang islam yang suci.

Jember, 19 Agustus 2014


surat cinta untuk dakwah chapter 1

Saat mendengar namanya tertarik bibir ini, mengembang senyum ini. Ingin rasanya masuk bersama mereka. Semangat juangnya, motivasi dakwahnya dan kekuatan tarbiyah yang menyatukan sejuta insan. Tiap kali mendengar alunan itu, saya tahu itu dia yang saya kagumi.
Dakwah ibarat sebuah ladang, bersegera menyemai bersama-sama menyiram. Tegaknya kaki melangkah menyusuri jalan dakwah. Melewati lumpur, belut dan duri. Manisnya dakwah jika sudah menyelami, memasuki keindahan jihad demi mensyiarkan agama allah.
janganlah kekaguman ini akan mengabu-abukan cintaku pada sang ilahi, tapi dengan namanya disebut malah mengingatkanku bahwa cinta yang sesungguhnya hanya untuk allah.
Biarlah saat ini masih belum ada peluang berjumpa, tapi berbagai media mempelajarinyapun sendiri saya harus bisa.
Seperti kata ustad Rahmad Abdullah, bahwa dakwah ini putuh perhatian, alunan sabar, dan untaian semangat menuntut serta berbagi ilmu.
Saya harus bisa, allah sudah membukakan jalan. Pilihan ada di genggaman ini, diam di temapt atau terus berjalan.
 Sebenarnya saya tidaklah pantai berkata-kata, hafalanpun tak punya, tapi saya punya semangat. Saya juga ingin terjun di medan itu, semoga allah membukakan pintu untuk saya tetap istiqomah.


Kamis, 03 Juli 2014

Peringatan Tanda Sayang


Setiap hari, lembaran baru dari buku hisapku berganti. entah amal baik apa yang sudah aku buat dan keburukan apa saja yang sudah tak terasa dilakukan.tiap tahun bukuku di ganti dengan yang baru, malaikat sang pencatat tak melepaskan penanya dari setiap langkah aktivitasku.
Untuk bisa sampai ke tahap istiqomah memang tidak mudah, butuh perjuangan melawan penyeru kemaksiatan, namun jika iman ini selalu di hati, rasanya semuanya mudah dan hidup jadi lebih terarah.
Keimanan manusia memang harus di jaga, agar tujuan akhir bisa dicapai. Ketika kita melenceng pada jalan yang salah maka rasa optimis menuju yang satu terasa amat sulit dan akhirnya tujun itu terlupakan di terpa angin nafsu.  Sebuah tamparan tidak selamanya sakit, ada rasa manis setelah denyutan itu hampir hilang. Kadang belaian tak bisa membangun orangkan yang pulas dalam buaian, ia butuh kejutan, tamparan misalnya? Hhehe :P
Peringatan itu allah berikan kepada siapa saja yang Ia inginkan dan allah maha mengerti siapa yang sedang membutuhkannya. Beruntunglah orang-orang yang masih di sayang allah, yang masih diberi peringatan agar manusia segera kembal padaNya.

I Love You Allah, aku mengerti karenaMu, aku ada saat ini karena limpahan nikmatMu, selalu ingin bersamaMu ya Rabb.. <3

Hijrah: Welcome Ukhuwah


Pindah itu wajib, apalagi menuju kabaikan. Begitulah yang sering ku dengar. Baru tiga bulan aku mengenal mereka, dan sekarang aku sudah mantap untuk hijrah. Sudah ku utarakan niatan ini pada kedua orang tua dan teman-temanku.
Awalnya aku tidak percaya bisa mengambil keputusan seperti ini. Benar-benar berbeda dari jalur hidupku dari awal masuk perguruan tinggi. Mereka yang dulu selalu ku jauhi dan ku takuti, KINI aku tidak bisa lepas, dan selalu ingin bersama mereka..
Begitulah pintu hati, ketika sudah sekali di ketuk, maka akakn segara terpaut. Ibarat gadis jatuh cinta yang rindu jika tak bertemu..
Islam mengajarkan manisnya persaudaran, indahnya membantu tanpa mengenal tanda balasan dari sesama makhluk lemah. Hanya Allah tempat berharap dan di damba.
Aku ingin menyelami mereka, menebar cinta bersama dakwah sekaligus renovasi tembok diri yang penuh debu dan lumut ini..


Ramadan Karim


“wahai ulat yang rakus, bermetamorfosislah di bulan mulia ini, agar nanti di hari fitri kau telah menjadi kupu-kupu jelita”
Alhamdulillah bulan ramadan sudah memasuki hari ke enam, bulan mulia, paling barokah diantara 11 bulan yang lain. Bulan dimana pintu neraka di tutup dan pintu syurga dibuka seluas-luasnya.
Ya allah ampuni hamba, belum bisa memaksimalkan ibadah kepadaMu, padahal kesempatan sudah engkau buka seluas-luasnya. Nyata-nyata engkau sudah memberi nikmat membuka hati ini dengan  rahmat kasihmu. Tapi ternyata isiqomah amat susah hamba jalankan, ringan di lidah, namun berat melangkah. Shalat sunnah dan ibadah lainnya amat berat dilakukan, dan yang wajib, puasa malah hamba hinakan dengan ghibah. Ya allah hamba ingin mendapat nilai terbaik juga dariMu yaRabb, di bulan pelatihan ini, arahkan hamba, dan kuatkan iman ini ya Allah. Dengan segala petunjukMu, diri ini yang lemah.
Ramadan yang mulia di tahun 2014, dilalui bersama teman-teman PBL di desa, semoga bisa dilalui dengan ibadah sebanyak-banyaknya padaMu ya Rabb.. Suka-duka ini semoga tidak merusak makna ramdan. Disini hamba banyak belajar hal-hal baru yang belum pernah hamba sadari, semoga menjadi pembuka jalan bagi ilmu-ilmuMu yang lain.

Rabu, 07 Mei 2014

Ash shihah bermuamalah


Pagi itu kami keluarga ash shihah sangat bersemangat, agenda muamalah untuk yang kedua kalinya akan kami laksanakan. Disaat matahari baru bangun dari peraduannya, kami berkumpul di sekret UKMKI Ash shihah, tujuannya satu, berangkat bersama ke area double w tempat para sarjana akan dikirap. Dengan membawa 40 batang bunga mawar plastik, bismillah yooo kami berangkat.
Senyum kami mengembang melihat lautan wisudawan dan wisudawati, waw indahnya perjuangan selama 4 tahun menuntut ilmu terbayar. Orang tua dan sanak keluarga, semuanya datang mengucapakan selamat. Alhamdulillah ikut senang juga iri. Waduuuh iri?? Maksudnya ingin segera menyusul, menyalurkan ilmu berbakti pada negeri.
Dengan gegap gempita kami berpencar menyusuri titik strategis untuk menjajakan bunga-bunga Ash shihah. Ada yang langsung membeli namun ada juga yang menolak. Ya namanya juga berusaha. Hehhe

Alhamdulillah kegiatan kami berakhir di jam 12 siang dengan sisa 7 batang bunga mawar. Hikmahnya, ternyata menghasilkan seribu rupiah saja susah sekal, apalagi di panas terik. Semoga dengan ini kami bisa lebih bijaksana dalam mengelola rizki yang diberikan allah.
 

Minggu, 04 Mei 2014

Mecintai alquran bersama ODOJ

Bismillahirromanirrohim,
Awalnya sebelum mengenal ODOJ, membaca alquran setiap hari sangat sulit sekali dilakukan. Yahh apalagi diperantauan yang jauh dari pengwasan orang tua. Untuk khatam pun butuh waktu satu sampai dua tahun, astaghfirullah.
Padahal alquran itu petunjuk allah, murni dan asli dari allah ta’ala. Kunci hidup di dinia ya adanya di alquran. Mau sukses, pinter, kaya, masuk surga, ya itu alquran semua jawabannya. Coba baca deh alquran dari sekarang, semua keraguan dan kegalauan kamu selama ini pasti bisa diatasi.
ODOJ (One Day One Juz), beruntung banget bisa mengenal ini. Sebagai orang yang cetek ilmu agamanya, saya baca alquran ya seadanya saja. Maksudnya kalau ada waktu, padahal allah sudah memberi nikmat 24 jam dan waktu tersebut berlalu setiap harinya tanpa membuka kitabullah, astaghfirullah.
Alhamdulillah baru  dua minggu saya mengikuti ODOJ dan perubahan luar biasa terjadi dalam diri saya. Membaca alquran jadi mudah, biasanya terbata-bata karena sudah lama tidak dibuka, paling Cuma malem jumat ngaji yasin. Itupun kalau ingat. Sekarang kerasa banget, hati jadi lebih lembut, lebih sabar, mudah belajarnya. Ya pokoknya banyak sekali .

Ayo teman-teman yang belum ikutan segera bergabung, yuk istiqomah bareng-bareng. Ikutan ODOJ versi WA dan ODOJ versi pribadi sih, bedanya Cuma dikit. Kalau yang di WA, ada yang ingetin tilawah tapi kalau yang versi pribadi, kita yang harus komitmen pada diri sendiri. Kuncinya sih, biasakan tilawah setiap hari, alhamdulullah kalau bisa satu juz perhari. Lebih cinta pada alquran, insya allah nanti alquran melindungi kita di akhirat. Aamiin ya rabb

Muslimah bidadari dunia

Bismillahirrahmanirrahim,
Kau yang begitu indah dipandang mata, begitu damai dalam balutan syar’i. Kau mencintai allah, maka kewajibanNya pun kau laksanakan. Tidak ada penawaran wajib berarti harus. Kau cantik sekali, tahu mengapa? Karena hatimu selalu menggetarkan namaNya, takut akan siksanya, dan melaksanakan amanah sesuai ridhoNya. Itulah cantik sesungguhnya. Cantik dunia itu akan luntur seiring waktu, diganti dengan kerutan-kerutan lamanya amanah di dunia.
Kau yang berusaha taat tidak perlu khawatir di bilang sok suci atau sok taat. Kau menutup segala pintu fitnah, itulah selangkah menuju petunjuk-petunjuk allah yang lainnya. Kau dua kali lipat mempesona. Tidak percaya? Lihatlah ke cermin. Bukan kah ini nikmat allah yang luar biasa. Ada cahaya disana, spesial  hanya untuk muslimah berhati mulia. Kau takut tak kunjung berjumpa dengan jodohmu, si pangeran berkuda putih? Tak perlu khawatir juga. Tak apa bila teman-temanmu sudah banyak yang bergandengan. Kau pasti dan harus yakin akan dipertemukan dengan imam pilihan, yang hatinya indah sepertimu, sama-sama mencintai allah. Hati kalian akan dipautkan oleh allah. Masya’allah, luar biasa bukan. Dia akan menjemputmu dan kalian akan beriringan menyusuri jalan yang di ridhoi allah.
Muslimah cantik pecinta allah, selagi waktunya belum tiba. Yuuk lebih taat lagi, pelajari alquran, kitab allah yang luar biasa, pembimbing kehidupan dunia juga melindungimu nanti di akhirat.
Yuuk sama-sama ucapkan, bismillahirrohmanirrohim J


Rabu, 26 Maret 2014

Lembaga Dakwah Kampus




(dokumentasi pribadi; 2014-02-27 16.45.15 di LDK )
Saat aku mulai memasuki gerbang perguruan tinggi sekitar tahun 2011, ada berita menghebohkan saat itu. Di televisi, surat kabar, internet, sampai guru –guru di bangku putih abu-abu juga ikut memberikan komentarnya. Aliran sesat benar-benar menjadi fenomena kala itu membuat segenap pemuda ketakutan dengan organisasi islam di kampus terutama mahasiswa yang menggunakan jilbab panjang.
Di jember, pertama kali aku menginjak tanah jawa dan keluar dari zona nyamanku di madura, aku benar-benar bertemu dengan mereka. Dengan pakaian warna gelap, jilbab panjang samapi menyapu jalan, juga mulai mendekati mahasiswa baru dengan menawarkan bantuan semisal mencarikan rumah kos. Aku takut kala itu, berharap semoga mereka tidak mendekatiku, tidak mengajak ku berbicara karena aku tergolong orang yang mudah terpengaruh.
Kini aku mengenal mereka, aktivis Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang bermukim di masjid kampus, al hikmah. Serba-serbi mengatakan sebagian mereka adalah Hizbut Tahrir Indonesia sebuah kelompok islam yang menyeru agar negara kembali ke khilafah. Ada salah satu teman di kampus ungu, dia aktif di LDK, mengajakku untuk ikut kajian muslimah yang rutin mereka adakan. Dalam hati ingin sekali untuk mencoba ikut dan mengenal seorang muslimah itu seperti apa. Tapi, isu kelompok sesat beberapa tahun lalu tetap menakutiku.
Hari dimana hatiku terketuk untuk belajar tentang agamaku tiba. Akhirnya aku mau mengikuti kajian mereka, aku ingin tahu ilmu – ilmu islam lebih mendalam. Melihat mereka, aktivis dakwah membuat hatiku iri. Mereka tampak teduh, ceria, dan aktif beribadah.
 Hari itu aku menyimak kajian muslimah di serambi masjid kampus, pengisinya ustadzah Berliana. Seorang alumni aktivis LDK. Tema kala itu adalah bagaimana untuk tetap ibadah walau tamu bulanan datang. Dari yang aku simak, tema kajian tersebut cukup menarik namun kenapa aktivis LDK di sekitarku yang menjadi pendengar seolah kurang memperhatikan. Aku akui, cara penyampaian pengisi kurang menarik, tidak seperti penceramah profesional yang sering aku tonton di jejaring youtube. Tapi kenapa sebagian mereka tidak memperhatikan dan seolah punya dunia sendiri. Aku mengakui bahwa diriku juga banyak kekurangan disana-sini, tapi setidaknya menuntut ilmu allah bukankah harus dilakukan dengan sungguh-sungguh?
Oh ya, aku baru ingat sebuah kata-kata indah yang pernah kubaca mengatakan begini “apa yang aku lihat di sebagian kecil sebuah kelompok buruk tidak menggambarkan bahwa semua dari mereka juga buruk”. Ya, jadi aku tidak boleh berprasangka negatif pada saudara-saudaraku.

Akhirnya kesimpulan yang dapat ku ambil. Pintar sekali media memutar balikan fakta. Apa yang mereka katakan tidak benar terjadi di kenyataan. Pemberiataan yang mereka buat mengenai kelompok islam di dunia kampus membuatku takut dan membatasi diri untuk memasuki ilmu allah. Semoga dengan bergabung dengan para pejuang dakwah, mereka yang disebut kumpulan orang sholeh, dapat membuatku tetap istiqomah. Amiiin ya robbal alamiin J


Selasa, 25 Maret 2014

PETUNJUK HIDUP



"Sesungguhnya alquran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mu’min yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. Dan sesungguhnay orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, kami sediakan bagi mereka azab yang pedih." (surat al Isra (17) ayat 9-10)

Alquran sebuah kitab yang menjadi petunjuk manusia di dunia yang diturunkan kepada Rasulullah melalui malaikat jibril. Kitab ini benar- benar dari Allah berisi seluruh petunjuk tentang alam semesta, mulai dari kandungan hingga kehidupan akhirat, tidak ada keraguan di dalamnya.
Sungguh kehidupan di dunia penuh dengan tipu daya, kehidupan fana, fatamorgana. Padahal jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat bagaikan setetes air di luasnya samudra. Tidak ada apa-apanya dibanding akhirat yang kekal, kehidupan yang sesungguhnya.
Untuk mengarungi kehidupan dunia ini yang gelap ini, Allah sudah menyediakan cahaya. Lebih terang dari apapun, Alquranul Karim. Sebuah petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa. Isinya lebih indah dari syair, ketika di lantunkan begitu indah, dan ketika diamalkan begitu banyak hikmah yang dapat diambil.

Alquran yang begitu kusayang, semoga dapat mempertemukan ku dengan pencipta alam semesta, Allah azza wa jalla J

Senin, 24 Maret 2014

Jewelry



Semua wanita cantik bukan? Allah sudah mengatakan dalam firmanNya, bahwa kita diciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya. Wanita itu perhiasan dunia, ia sumber keindahan. Perhiasan dunia akan menghargai dirinya, ia akan menutupi auratnya sesuai perintah Allah, ia akan menjaga lisan dan pandangannya serta meningkatkan ilmunya kerena ia adalah madrasah di keluarganya nanti.
Namun ada perhiasan dunia yang tidak menyadari ia berharga dan harus di jaga saat yang halal itu tiba. Ada yang sedari kecil dididik di  keluarga yang baik, diperkenalkan dengan allah dan bagaimana cara mencintaiNya. Ada juga yang terlahir di keluarga hedonis,  tidak mengenal allah. Akhirnya ia tidak melindungi auratnya.
Hidayah itu harus dicari bukan ditunggu, maka allah akan memberi petunjuk. Ada yang melalui perantara buku, sosial media, guru di sekolah, teman dan lingkungan. Ada yang segera sadar dan segera bertaubat. Namun ada juga yang pura-pura tidak peduli. Sungguh dakwah ini tak bisa di paksa, kita hanya memperkenalkan lalu tergantung ia nanti mau mengikuti atau tidak.
Di akhir zaman ini, fitnah sungguh besar. Sesuatu yang buruk diputar balikkan ke masyarakat menjadi kebenaran, sesuatu yang benar dianggap ekstrimis dan kejahatan.
sebuah negara yang jaya harus dipimpin oleh imam-imam terbaik. Tentulah seorang imam yang baik juga mendapat pendamping yang terbaik pula yaitu perhiasan dunia, seorang wanita sholehah.

Wanita mari berhijrah menjadi wanita sholehah, perhiasan dunia. Kau calon ibu yang akan melahirkan generasi emas bangsa. Jadilah perhiasan dunia untuk membuat perubahan untuk bangsa kita.

Minggu, 23 Maret 2014

I AM



Sungguh aku malu. Diriku yang belum berilmu, diriku yang masih banyak dosa, diriku yang tidak pandai bersosial, diriku yang masih kurang tentang pelajaran hidup.
Aku memiliki sahabat yang luar biasa, namun aku tidak bisa menyatu dengan mereka. Aku yang tak lancar mengutarakan kata.
Kalian tahu aku dulu yang tak gampang bergaul, mau menerimaku, mengajak ku mengerjakan tugas bersama, bergembira bersama.
Kalian hebat, tidak sepertiku yang dipenuhi pikiran negatif. Kalian datang berkunjung, aku  menanyakan kabar pun tidak. Maaf kawan, aku yang belum apa-apa menginginkan sebuah emas. Padahal diri hanyalah perak. Aku menginginkan sahabat yang satu pemikiran, padahal walaupun cara untuk mencapai tujuan tak sama kan tak apa.
Aku yang sering dirundung duka, tanpa sebab dan tak bisa diajak bercanda. Kenapa harus melihat rumput hijau di tetangga sebelah, jika sudah kupunya rumput-rumputku sendiri. Memang matahari disana lebih terang, dan aku ingin membawa kalian juga kesana.
Aku belum berilmu untuk sekedar menyampaikan risalah sederhana. Padahal untuk membawa kalian ke matahari yang sejuk itu, aku harus mengetuk pintu-pintu kalian.
Aku ingin jadi orang yang lebih baik lagi, berilmu dan bermanfaat. Maafkan aku kawan, semoga proses ini tidak begitu lama. Untuk mengubahku menjadi insan penuh cinta