Tampilkan postingan dengan label INTROSPEKSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INTROSPEKSI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Oktober 2014

Be Better Muslimah

Di langit sore yang cerah, bulan Oktober baru seminggu dimasuki dan Ujian Tengah Semester sedang dilalui, aku disini di masjid alhikmah kembali menorehkan catatan rindu seorang akhwat. Baru dua puluh empat mingguan mengikuti kegiatan rutin disii, belajar sisi keilmuan islam dan menjalin ukhuwah bersama muslimah, merasa sangat beruntung. Ketika niat baru terbersit dihati, namun cukup dengan keinginan, allah membukakan jalan. Tiap hari selalu ditiupkan nafas-nafas islam, di dekatkan dengan keilmuan yang telah tertuang ditumpukan mushaf, hatiku telah tertaut. Disini bersama indahnya islam. 
Mencintai islam artinya mencintai allah, rasulullah, mengikuti ajarannya; mengikuti yang haq dan menjauhi kebathilan. Setiap mempelajari, semakin terasa bodohlahdiri. Menyiakan waktu, malas membaca, ibadah sekadarnya mdan dosa-dosa lainnya membuat semakin membuncah penyesalan. Hidayah allah, tidak ada yang tahu akan menyinari siapa, tapi sebagai insan tugas kita untuk mencari tahu dan mendekatinya maka akan terbukalah mahligai cinta manisnya surga.
Khilafiyah yang sebelumnya sering kuberdebatkan tidak lagi menjadi acuan, aku mengerti tidak semudah itu memutar balikkan hati yang terluka, ia suatu saat akan diobati aleh Rabb yang maha penyayang dan kesembuhan hanyalah kepastian dari semua pesakitan. 
Yang baru dari minggu ini, Dont judge book by the cover jangan menilai jiwa hanya dari tampilan luarnya. Bisa jadi ia sekarang seperti ini tapi, kita tidak pernah tahu ketetapan dan hidayah allah. Ia sekarang ingin belajar ilmu allah, walau ada yang meragukan, insya allah Rabbul Izzati yang akan memberi petunjuk. Semoga allah melimpahkan keistiqomaha dan menautkan hatinya dalam kemulian islam. Juga apalah amalan yang diri ini miliki sehingga merasa lebih buaik dan boleh menilai orang lain. Sholat yang masih terburu-buru, sunnah yang enggan dikerjakan, janji yang tak ditepati, amanah yang dikerjakan sekenanya dan masih buanyak lagi. Jadi apa yang kamu banggakan, sedangkan kamu tidak memiliki apa-apa? Berusaha itu adalah tugas kita, sedangkan buah dari usaha itulah ketatapan milik allah.
So Istiqomah Ukhty, Allah Love You So Much <3


Sabtu, 13 September 2014

Maaf ibu-Saya bersalah

Hidup saya-mudah ketika mengatakan saya siap istiqomah-tapi ternyata jalannya tidak mudah. Bukan Cuma kerikil, jarum, benda-benda keras dan tajam siap mengahalangi langkah saya. Seperti itulah syaitan sangat bersemangat mengahalangi orang yang ingin berubah. Keragu-raguan selalu dimunculkan. Apa ini jalan yang benar, bagiamana jika jalannya buntu, ahh-membuat manusia bingung dan tidak sampai ke pentas akhir.
Benar kata murabbiku iman itu ibarat bara api, dipegang akan merasakan panas namun ketika di lepas hanya kegelapan yang tersisa. Istiqomah itu mudah di ucapkan, tapi ternyata.. yasudahlah yang penting sekarang saya sudah berniat. Insya allah, ada yang maha kuasa yang memberi petunjuk.
Begitu banyak kesalahan yang seharusnya bisa saya cegah dan hindari. Salah satunya sholat. Seandainya saya tidak lalai dan mengulur waktu mungkin azab allah yang dijanjikan tidak akan muncul di permukaan pikiran. Yang paling parah, saya yang saat ini menempuh pendidikan kesmas tidak bisa berbuat apa-apa untuk ibu saya yang hamil. Jangankan perhatian, meringankan pekerjaan rumah yang amat berat pun saya kesulitan untuk maju kedepan. Akhirnya penyesalan seumur hidup yang saya dapatkan, kemarin hari kamis/12 september 2014 pukul 14.30, ibu saya melahirkan esorang adik laki-laki tapi setengah jam berlalu saya diberi kabar lagi oleh kakak ipar, adik yang belum sempat saya jumpai telah berpulang ke sisi Rabbi, Allah azza wajalla. Innalillah, mimpi buruk menjadi kenyataan. Air matapun tak ada gunanya, ibaratkan menunggu panas di musim dingin-tidak mungkin terjadi-saya menyesal. Harusnya ketika ibu kebingungan ketika tahu dirinya hamil di usia yang tak lagi muda, mestinya menenangkan ibu. Mengatakan kalimat-kalimat motivasi yang pernah saya baca bahwa masih ada saya. Ibu tidak sendiri, itu rizki dari allah. Sekarang hanya air mata yang mengering dihati, yang saya rasakan.

Ibu, saya amat menyayangimu. Andai saya harus membalas semua pengorbananmu tak akan mampu, ibu. Maaf hanya itu yang mampu saya ucapakan. Ibu, kau bidadari hidupku. Kau yang menjadi penuntunku saat semangat ini lemah, takut akan kegagalan, ragu, mendengar suaramu membuatku bangkit lagi. Ku harap  Allah memberikan rizki untuk keluarga kita, sungguh aku ingin mencurahka kasihku untukmu.. ibu maafkan aku.. aku sayang padamu..

Kamis, 03 Juli 2014

Peringatan Tanda Sayang


Setiap hari, lembaran baru dari buku hisapku berganti. entah amal baik apa yang sudah aku buat dan keburukan apa saja yang sudah tak terasa dilakukan.tiap tahun bukuku di ganti dengan yang baru, malaikat sang pencatat tak melepaskan penanya dari setiap langkah aktivitasku.
Untuk bisa sampai ke tahap istiqomah memang tidak mudah, butuh perjuangan melawan penyeru kemaksiatan, namun jika iman ini selalu di hati, rasanya semuanya mudah dan hidup jadi lebih terarah.
Keimanan manusia memang harus di jaga, agar tujuan akhir bisa dicapai. Ketika kita melenceng pada jalan yang salah maka rasa optimis menuju yang satu terasa amat sulit dan akhirnya tujun itu terlupakan di terpa angin nafsu.  Sebuah tamparan tidak selamanya sakit, ada rasa manis setelah denyutan itu hampir hilang. Kadang belaian tak bisa membangun orangkan yang pulas dalam buaian, ia butuh kejutan, tamparan misalnya? Hhehe :P
Peringatan itu allah berikan kepada siapa saja yang Ia inginkan dan allah maha mengerti siapa yang sedang membutuhkannya. Beruntunglah orang-orang yang masih di sayang allah, yang masih diberi peringatan agar manusia segera kembal padaNya.

I Love You Allah, aku mengerti karenaMu, aku ada saat ini karena limpahan nikmatMu, selalu ingin bersamaMu ya Rabb.. <3

Hijrah: Welcome Ukhuwah


Pindah itu wajib, apalagi menuju kabaikan. Begitulah yang sering ku dengar. Baru tiga bulan aku mengenal mereka, dan sekarang aku sudah mantap untuk hijrah. Sudah ku utarakan niatan ini pada kedua orang tua dan teman-temanku.
Awalnya aku tidak percaya bisa mengambil keputusan seperti ini. Benar-benar berbeda dari jalur hidupku dari awal masuk perguruan tinggi. Mereka yang dulu selalu ku jauhi dan ku takuti, KINI aku tidak bisa lepas, dan selalu ingin bersama mereka..
Begitulah pintu hati, ketika sudah sekali di ketuk, maka akakn segara terpaut. Ibarat gadis jatuh cinta yang rindu jika tak bertemu..
Islam mengajarkan manisnya persaudaran, indahnya membantu tanpa mengenal tanda balasan dari sesama makhluk lemah. Hanya Allah tempat berharap dan di damba.
Aku ingin menyelami mereka, menebar cinta bersama dakwah sekaligus renovasi tembok diri yang penuh debu dan lumut ini..


Ramadan Karim


“wahai ulat yang rakus, bermetamorfosislah di bulan mulia ini, agar nanti di hari fitri kau telah menjadi kupu-kupu jelita”
Alhamdulillah bulan ramadan sudah memasuki hari ke enam, bulan mulia, paling barokah diantara 11 bulan yang lain. Bulan dimana pintu neraka di tutup dan pintu syurga dibuka seluas-luasnya.
Ya allah ampuni hamba, belum bisa memaksimalkan ibadah kepadaMu, padahal kesempatan sudah engkau buka seluas-luasnya. Nyata-nyata engkau sudah memberi nikmat membuka hati ini dengan  rahmat kasihmu. Tapi ternyata isiqomah amat susah hamba jalankan, ringan di lidah, namun berat melangkah. Shalat sunnah dan ibadah lainnya amat berat dilakukan, dan yang wajib, puasa malah hamba hinakan dengan ghibah. Ya allah hamba ingin mendapat nilai terbaik juga dariMu yaRabb, di bulan pelatihan ini, arahkan hamba, dan kuatkan iman ini ya Allah. Dengan segala petunjukMu, diri ini yang lemah.
Ramadan yang mulia di tahun 2014, dilalui bersama teman-teman PBL di desa, semoga bisa dilalui dengan ibadah sebanyak-banyaknya padaMu ya Rabb.. Suka-duka ini semoga tidak merusak makna ramdan. Disini hamba banyak belajar hal-hal baru yang belum pernah hamba sadari, semoga menjadi pembuka jalan bagi ilmu-ilmuMu yang lain.

Minggu, 04 Mei 2014

Mecintai alquran bersama ODOJ

Bismillahirromanirrohim,
Awalnya sebelum mengenal ODOJ, membaca alquran setiap hari sangat sulit sekali dilakukan. Yahh apalagi diperantauan yang jauh dari pengwasan orang tua. Untuk khatam pun butuh waktu satu sampai dua tahun, astaghfirullah.
Padahal alquran itu petunjuk allah, murni dan asli dari allah ta’ala. Kunci hidup di dinia ya adanya di alquran. Mau sukses, pinter, kaya, masuk surga, ya itu alquran semua jawabannya. Coba baca deh alquran dari sekarang, semua keraguan dan kegalauan kamu selama ini pasti bisa diatasi.
ODOJ (One Day One Juz), beruntung banget bisa mengenal ini. Sebagai orang yang cetek ilmu agamanya, saya baca alquran ya seadanya saja. Maksudnya kalau ada waktu, padahal allah sudah memberi nikmat 24 jam dan waktu tersebut berlalu setiap harinya tanpa membuka kitabullah, astaghfirullah.
Alhamdulillah baru  dua minggu saya mengikuti ODOJ dan perubahan luar biasa terjadi dalam diri saya. Membaca alquran jadi mudah, biasanya terbata-bata karena sudah lama tidak dibuka, paling Cuma malem jumat ngaji yasin. Itupun kalau ingat. Sekarang kerasa banget, hati jadi lebih lembut, lebih sabar, mudah belajarnya. Ya pokoknya banyak sekali .

Ayo teman-teman yang belum ikutan segera bergabung, yuk istiqomah bareng-bareng. Ikutan ODOJ versi WA dan ODOJ versi pribadi sih, bedanya Cuma dikit. Kalau yang di WA, ada yang ingetin tilawah tapi kalau yang versi pribadi, kita yang harus komitmen pada diri sendiri. Kuncinya sih, biasakan tilawah setiap hari, alhamdulullah kalau bisa satu juz perhari. Lebih cinta pada alquran, insya allah nanti alquran melindungi kita di akhirat. Aamiin ya rabb

Muslimah bidadari dunia

Bismillahirrahmanirrahim,
Kau yang begitu indah dipandang mata, begitu damai dalam balutan syar’i. Kau mencintai allah, maka kewajibanNya pun kau laksanakan. Tidak ada penawaran wajib berarti harus. Kau cantik sekali, tahu mengapa? Karena hatimu selalu menggetarkan namaNya, takut akan siksanya, dan melaksanakan amanah sesuai ridhoNya. Itulah cantik sesungguhnya. Cantik dunia itu akan luntur seiring waktu, diganti dengan kerutan-kerutan lamanya amanah di dunia.
Kau yang berusaha taat tidak perlu khawatir di bilang sok suci atau sok taat. Kau menutup segala pintu fitnah, itulah selangkah menuju petunjuk-petunjuk allah yang lainnya. Kau dua kali lipat mempesona. Tidak percaya? Lihatlah ke cermin. Bukan kah ini nikmat allah yang luar biasa. Ada cahaya disana, spesial  hanya untuk muslimah berhati mulia. Kau takut tak kunjung berjumpa dengan jodohmu, si pangeran berkuda putih? Tak perlu khawatir juga. Tak apa bila teman-temanmu sudah banyak yang bergandengan. Kau pasti dan harus yakin akan dipertemukan dengan imam pilihan, yang hatinya indah sepertimu, sama-sama mencintai allah. Hati kalian akan dipautkan oleh allah. Masya’allah, luar biasa bukan. Dia akan menjemputmu dan kalian akan beriringan menyusuri jalan yang di ridhoi allah.
Muslimah cantik pecinta allah, selagi waktunya belum tiba. Yuuk lebih taat lagi, pelajari alquran, kitab allah yang luar biasa, pembimbing kehidupan dunia juga melindungimu nanti di akhirat.
Yuuk sama-sama ucapkan, bismillahirrohmanirrohim J


Rabu, 26 Maret 2014

Lembaga Dakwah Kampus




(dokumentasi pribadi; 2014-02-27 16.45.15 di LDK )
Saat aku mulai memasuki gerbang perguruan tinggi sekitar tahun 2011, ada berita menghebohkan saat itu. Di televisi, surat kabar, internet, sampai guru –guru di bangku putih abu-abu juga ikut memberikan komentarnya. Aliran sesat benar-benar menjadi fenomena kala itu membuat segenap pemuda ketakutan dengan organisasi islam di kampus terutama mahasiswa yang menggunakan jilbab panjang.
Di jember, pertama kali aku menginjak tanah jawa dan keluar dari zona nyamanku di madura, aku benar-benar bertemu dengan mereka. Dengan pakaian warna gelap, jilbab panjang samapi menyapu jalan, juga mulai mendekati mahasiswa baru dengan menawarkan bantuan semisal mencarikan rumah kos. Aku takut kala itu, berharap semoga mereka tidak mendekatiku, tidak mengajak ku berbicara karena aku tergolong orang yang mudah terpengaruh.
Kini aku mengenal mereka, aktivis Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang bermukim di masjid kampus, al hikmah. Serba-serbi mengatakan sebagian mereka adalah Hizbut Tahrir Indonesia sebuah kelompok islam yang menyeru agar negara kembali ke khilafah. Ada salah satu teman di kampus ungu, dia aktif di LDK, mengajakku untuk ikut kajian muslimah yang rutin mereka adakan. Dalam hati ingin sekali untuk mencoba ikut dan mengenal seorang muslimah itu seperti apa. Tapi, isu kelompok sesat beberapa tahun lalu tetap menakutiku.
Hari dimana hatiku terketuk untuk belajar tentang agamaku tiba. Akhirnya aku mau mengikuti kajian mereka, aku ingin tahu ilmu – ilmu islam lebih mendalam. Melihat mereka, aktivis dakwah membuat hatiku iri. Mereka tampak teduh, ceria, dan aktif beribadah.
 Hari itu aku menyimak kajian muslimah di serambi masjid kampus, pengisinya ustadzah Berliana. Seorang alumni aktivis LDK. Tema kala itu adalah bagaimana untuk tetap ibadah walau tamu bulanan datang. Dari yang aku simak, tema kajian tersebut cukup menarik namun kenapa aktivis LDK di sekitarku yang menjadi pendengar seolah kurang memperhatikan. Aku akui, cara penyampaian pengisi kurang menarik, tidak seperti penceramah profesional yang sering aku tonton di jejaring youtube. Tapi kenapa sebagian mereka tidak memperhatikan dan seolah punya dunia sendiri. Aku mengakui bahwa diriku juga banyak kekurangan disana-sini, tapi setidaknya menuntut ilmu allah bukankah harus dilakukan dengan sungguh-sungguh?
Oh ya, aku baru ingat sebuah kata-kata indah yang pernah kubaca mengatakan begini “apa yang aku lihat di sebagian kecil sebuah kelompok buruk tidak menggambarkan bahwa semua dari mereka juga buruk”. Ya, jadi aku tidak boleh berprasangka negatif pada saudara-saudaraku.

Akhirnya kesimpulan yang dapat ku ambil. Pintar sekali media memutar balikan fakta. Apa yang mereka katakan tidak benar terjadi di kenyataan. Pemberiataan yang mereka buat mengenai kelompok islam di dunia kampus membuatku takut dan membatasi diri untuk memasuki ilmu allah. Semoga dengan bergabung dengan para pejuang dakwah, mereka yang disebut kumpulan orang sholeh, dapat membuatku tetap istiqomah. Amiiin ya robbal alamiin J


Selasa, 25 Maret 2014

PETUNJUK HIDUP



"Sesungguhnya alquran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mu’min yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. Dan sesungguhnay orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, kami sediakan bagi mereka azab yang pedih." (surat al Isra (17) ayat 9-10)

Alquran sebuah kitab yang menjadi petunjuk manusia di dunia yang diturunkan kepada Rasulullah melalui malaikat jibril. Kitab ini benar- benar dari Allah berisi seluruh petunjuk tentang alam semesta, mulai dari kandungan hingga kehidupan akhirat, tidak ada keraguan di dalamnya.
Sungguh kehidupan di dunia penuh dengan tipu daya, kehidupan fana, fatamorgana. Padahal jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat bagaikan setetes air di luasnya samudra. Tidak ada apa-apanya dibanding akhirat yang kekal, kehidupan yang sesungguhnya.
Untuk mengarungi kehidupan dunia ini yang gelap ini, Allah sudah menyediakan cahaya. Lebih terang dari apapun, Alquranul Karim. Sebuah petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa. Isinya lebih indah dari syair, ketika di lantunkan begitu indah, dan ketika diamalkan begitu banyak hikmah yang dapat diambil.

Alquran yang begitu kusayang, semoga dapat mempertemukan ku dengan pencipta alam semesta, Allah azza wa jalla J

Senin, 24 Maret 2014

Jewelry



Semua wanita cantik bukan? Allah sudah mengatakan dalam firmanNya, bahwa kita diciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya. Wanita itu perhiasan dunia, ia sumber keindahan. Perhiasan dunia akan menghargai dirinya, ia akan menutupi auratnya sesuai perintah Allah, ia akan menjaga lisan dan pandangannya serta meningkatkan ilmunya kerena ia adalah madrasah di keluarganya nanti.
Namun ada perhiasan dunia yang tidak menyadari ia berharga dan harus di jaga saat yang halal itu tiba. Ada yang sedari kecil dididik di  keluarga yang baik, diperkenalkan dengan allah dan bagaimana cara mencintaiNya. Ada juga yang terlahir di keluarga hedonis,  tidak mengenal allah. Akhirnya ia tidak melindungi auratnya.
Hidayah itu harus dicari bukan ditunggu, maka allah akan memberi petunjuk. Ada yang melalui perantara buku, sosial media, guru di sekolah, teman dan lingkungan. Ada yang segera sadar dan segera bertaubat. Namun ada juga yang pura-pura tidak peduli. Sungguh dakwah ini tak bisa di paksa, kita hanya memperkenalkan lalu tergantung ia nanti mau mengikuti atau tidak.
Di akhir zaman ini, fitnah sungguh besar. Sesuatu yang buruk diputar balikkan ke masyarakat menjadi kebenaran, sesuatu yang benar dianggap ekstrimis dan kejahatan.
sebuah negara yang jaya harus dipimpin oleh imam-imam terbaik. Tentulah seorang imam yang baik juga mendapat pendamping yang terbaik pula yaitu perhiasan dunia, seorang wanita sholehah.

Wanita mari berhijrah menjadi wanita sholehah, perhiasan dunia. Kau calon ibu yang akan melahirkan generasi emas bangsa. Jadilah perhiasan dunia untuk membuat perubahan untuk bangsa kita.

Minggu, 23 Maret 2014

I AM



Sungguh aku malu. Diriku yang belum berilmu, diriku yang masih banyak dosa, diriku yang tidak pandai bersosial, diriku yang masih kurang tentang pelajaran hidup.
Aku memiliki sahabat yang luar biasa, namun aku tidak bisa menyatu dengan mereka. Aku yang tak lancar mengutarakan kata.
Kalian tahu aku dulu yang tak gampang bergaul, mau menerimaku, mengajak ku mengerjakan tugas bersama, bergembira bersama.
Kalian hebat, tidak sepertiku yang dipenuhi pikiran negatif. Kalian datang berkunjung, aku  menanyakan kabar pun tidak. Maaf kawan, aku yang belum apa-apa menginginkan sebuah emas. Padahal diri hanyalah perak. Aku menginginkan sahabat yang satu pemikiran, padahal walaupun cara untuk mencapai tujuan tak sama kan tak apa.
Aku yang sering dirundung duka, tanpa sebab dan tak bisa diajak bercanda. Kenapa harus melihat rumput hijau di tetangga sebelah, jika sudah kupunya rumput-rumputku sendiri. Memang matahari disana lebih terang, dan aku ingin membawa kalian juga kesana.
Aku belum berilmu untuk sekedar menyampaikan risalah sederhana. Padahal untuk membawa kalian ke matahari yang sejuk itu, aku harus mengetuk pintu-pintu kalian.
Aku ingin jadi orang yang lebih baik lagi, berilmu dan bermanfaat. Maafkan aku kawan, semoga proses ini tidak begitu lama. Untuk mengubahku menjadi insan penuh cinta

Sabtu, 22 Maret 2014

How to make CHANGE ?




Nafkah kewajiban untuk kepala keluarga untuk mencukupinya. Ada yang terlahir cerdas dan beruntung maka ia di masa dewasanya mudah mencari nafkah untuk keluarganya. Sedangkan bagaimana dengan mereka yang kurang beruntung? Harus bersusah payah demi seribu rupiah, berlomba dengan yang lain demi nafkah untuk anak, istri dan keluarga.
Hidup di jaman ini semakin sulit. Akhirnya jalan terakhir dipilih demi asap dapur tetap membumbung. Ada yang memilih berjualan di jalan, ada yang memilih menjadi buruh, ada yang membuka usaha bengkel, semuanya coba dilakoni untuk kehidupan keluarga.
Pernah aku bertanya jika bagi yang duafa dan memiliki kecerdasan maka untuk melanjutkan pendidikannya, ia akan mencari jalan beasiswa. Otomatis pemerintah akan membuka jalan, demi generasi cerdas penerus bangsa. Tapi bagaimana dengan mereka yang tidak dikaruniai kecerdasan dari lahir? Apa yang bisa mereka lakukan untuk bertahan hidup. Dunia ini bagaikan hutan rimba, butuh keterampilan dan ilmu untuk bertahan hidup. Bagaimana mereka anak-anak belia yang masih belum mengerti pentingnya rajin belajar dan tidak bermalas-malasan. Bagaiman mereka yang tidak beruntung, di keluarganya tidak ada yang mendorong untuk belajar. Akhirnya hanya hidup dan bersekolah sekedarnya saja. Bagaimana masa depan mereka nantinya, bagaimana anak-anak polos itu, di masa dewasanya nanti harus bertahan di rimba. Sedang kehidupan itu harus di kejar dua-duanya dunia dan akhirat.
Bagaimana aku bisa membuat perubahan untuk bangsaku. Aku peduli pada mereka. Aku, dibina di keluarga yang baik, di dorong oleh kedua orang  tua untuk rajin belajar, dan di ingatkan untuk selalu takut dan mengingat allah, di usia 21 tahun baru menyadari kesalahan besarku di masa lalu dan masih seperti ini berusaha belajar serta mendekat ke agamaku.

Bagaimana Dengan MEREKA???

Jumat, 21 Maret 2014

MY DESTINY



Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padadanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu (surat An Nisa 4:11)

Semester tua di masa perguruan tinggi adalah masanya seseorang mempertanyakan pasangan hidup. Tidak sedikit teman-teman di jejaring sosial menyampaikan maslah jodoh yang tak kunjung datang. Seseorang yang bisa menemani, tempat bersandar, saling berbagi suka duka di masa sulit menyusun tugas akhir perguruan tinggi.
Jodoh itu sudah dituliskan jauh hari ketika kita masih di dalam kandungan. Jodoh itu pasti datang, entah hari ini, bulan depan, tahun depan atau bahkan ketika kita sudah mempunyai pekerjaan. Allah sudah mentakdirkan seseorang yang sangat sesuai dengan kita.
Tapi apa kita hanya diam menunggu someone special itu datang dengan sendirinya? Tentu tidak. Perbanyak sosialisisai, berkumpul dengan orang –orang yang satu pemikiran dan punya tujuan hidup yang sama. Mungkin salah satu dari mereka adalah takdir kita.
Seperti apa jodoh yang kita impikan, pasti akan Allah berikan dengan cara berusaha dan berdoa. Berusaha dilakukan dengan meningkatkan kapasitas diri. Tidak mungkin kan kita memimpikan seseorang yang sholeh, berilmu, dan dapat menjadi imam keluarga yang baik sedang diri kita seperti ini. Seperti sebuah pepatah tidak mungkin sebuah gelas kecil mampu menampung air satu galon. Caranya dengan memantaskan diri, jadilah seperti ember yang dapat menampung semua isi galon. Tingkatkan iman dan perbanyak ilmu sehingga kita pantas untuk seorang imam yang sholeh.
Semoga allah segera mempertemukan jodoh kita sehingga separuh agama ini bisa segera terpenuhi

Kamis, 20 Maret 2014

BAITULLAH




“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun (untuk tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah)yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.( Surat Ali ‘Imran (3): 96)
  
Dulu aku tidak begitu ingin pergi kesana, Baitullah yang terletak di negara arab nun jauh disana. Seperti rukun islam kelima yang kupelajari dulu ketika di sekolah dasar bahwa seorang muslim wajib naik haji jika mampu. Aku hanya ingin punya banyak uang untuk memberangkat mereka kedua orang  kesana. Ibu sering bercerita tentang keinginannya menginjakkan kaki disana.
Suatu masa tidak sengaja ketika berselucur di dunia maya, tidak sengaja muncul mencari-cari gambar makkah. Kata pertama yang keluar dari mulut ini, “aku ingin kesana”. Begitu indah, tidak terdeskripsi cara untuk menggambarkannya. Terbayang bagaimana rasanya jika aku berada bersama jutaan manusia-manusia disana, mengalunkan nama allah, menginjakkan kaki di tempat yang dibangun oleh nabi allah dan tempat tinggalnya rasul-rasul allah.
Kota yang tak pernah tidur, hanya ada keinginan untuk beribadah. Aku ingin berkunjung kesana bersama keluarga. Insya allah J

Rabu, 19 Maret 2014

LIFE




Pernah memikirkan apa tujuan hidupmu? Pasti pernah. Ingin memiliki pekerjaan tetap, punya gaji yang baik dan bisa membahagiakan orang tua. Itu cita-cita pada umunya. Tapi apa kamu pernah berfikir seperti apa akhir hidupmu? Belum pernah memikirkannya? Merasa masih muda, masih usia 20 tahunan, masih jauh untuk memikirkan waktu berhentinya nafas.
Ada sebuah pepatah, aku mendengarnya beberapa minggu lalu dari membaca sebuah artikel dan juga di sampaikan di kajian umum di kampusku. Isisnya seperti ini “sesungguhnya perbandingan kenikmatan dunia dengan akhirat adalah seperti orang yang berlayar jauh di lautan. Nikmat dunia ini seperti setetes air sedangkan nikmat akhirat seperti lautan”. Beliau juga menyampaikan bahwa dunia dapat diraih tapi bukan tujuan.
Aku merasa masih sangat seklai kurang dalam ilmu. Selama ini aku tidak serius mencari ilmu, Cuma di hafalkan tapi tidak ditulis di hati, akhirnya semua hafalan itu menguap. Cita-citaku tinggi, ingin memperbaiki kehidupan masyarakat tapi ilmuku bagai titik di selembar kertas, sangat sedikit.
Agama juga baru aku sadari. Allah selalu mengawasiku, malaikat senantiasa menuliskan amalanku dan malaikat maut bisa datang sewaktu-waktu. Ilmu allah sangat luas, bisa membimbingku menyusuri jalanan menuju tujuan hidupku. Alquran dan hadist bisa menjadi lentera dan ilmu lainnya bisa menjadi kendaraannya.
Sungguh aku ingin menjadi manusia yang lebih baik, syurga yang luasnya seperti hamparan langit dan bumi, sayang sekali jika seorang mukmin tidak bisa memasukinya. Aku mungkin masih awam dengan ilmu, tapi aku ingin belajar. Perjuangan ini ini pilihan karena hidup ini pilihan. Menjadi orang bermanfaat atau yang sia-sia. Akhir hidupku semoga sesuai harapanku, indah dan bercahaya.