Kamis, 15 Januari 2015

Alhamdulillah Pintu yang Baru


Dear calon suamiku..
Kau tahu sekarang aku makin jatuh cinta dengan yang namanya salafi. Awalnya bermula dari SMA, temanku memperkenalkan blog muslim.or.id dan yufid.com. tahun berganti, kadang-kadang jika sempat aku membaca satu-dua buah artikel tentang agama disana, namun jiwaku sampai menginjak  bangku kuliah masihlah terpaut dengan ke”gila”anku dengan yang namanya pria setengah wanita (korea). Kehidupan mereka yang menjadi  panutanku karena saat masa pencarian jati diri, sosok idola belum ku temukan. Sampai tibalah mereka jadi mata angin dari gersangnya jiwaku. Ini berlangsung bertahun-tahun hingga tumpukan dosa mulai terasa. Memikirkan mereka, merelakan apa saja demi mereka, mengorbankan waktu dan masa remajaku mencari sosok panutan untuk jadi teladan kehidupan mendatang.
Tahun kedua di perkuliahan aku iseng-iseng mendownload video ceramah dari ustadz-ustadz di yufid , kamu tahu bagaimana pendapatku ketika mendengarkan tausiyahnya, hatiku masih gersang, aku mengantuk dan tidak tertarik sama sekali untuk meyimak ulasan dari tersebut. Seperti udara yang memasuki balon yang bocor, manisnya iman tidak bisa mengisi ruang-ruang di dadaku.
Tahun ketiga tiba, saat itu alahmdulillah allah memberiku petunjuk. Mempertemukanku dengan perempuan sholehah, mengajakku untuk mempelajari ilmu agama, mengajak ku berbuat kebaikan, mengajak ku untuk beribadah, mengajariku tentang arti berfikir positif kepada Allah. Aku di pertemukan dengan kelompok-kelompok dakwah, yang selama dua tahun masa kulia pernah ku hiraukan namanya. Disina aku mengenal tauhid, diajari kecintaan pada allah dan apa itu keimanan. Di rekatkan oleh ukhuwah, bercanda dan saling menguatkan dalam beribadah.
Aku sadar diriku sangatlah labil, seperti bola bekel yang terus perputar dan tidak puas di satu tempat. Ketika ada harakah yang juga indah, aku tertarik ingin mempelajarinya juga. Bahkan hati ini sakit saat mengetahui ternyata kelompokku berbeda dengan mereka, aku tidak bisa bersatu dengan kawan disana. Seperti air dan minyak, tidak bisa menembus dunia masing-masing. Berhari-hari aku sedih, dalam dada tersulut nafsu untuk menyatukan mereka. Kita ini saudara, apalah yang kita perebutkan, sedangkan tujuan kita sama, akhir hidup yang diinginkan juga sama, kenapa mengatakan kita tidak mungkin bersatu? Allah itu satu, cintaNya lah yang kita dambakan. Bulir-bulir air di pipi sering jatuh ketika memikirkannya, islam tapi tak bisa disatukan. Objek dakwah sangat luas, banyak sekali yang membutuhkan dakwah, walalupun metode berbeda tidak bisakah sekedar bergandengan tangan, bukan lantas salig curiga?
Tahun ke empat Allah memberikan anugrah lagi, aku menyukai salafi. Padahal dua bulan yang lalu aku dadaku sesak karena tak bisa menjadi bagian dari mereka. Alhamdulillah sekarang bola bekel menggelinding lagi menuju lubang yang bernama salafi. Jatuh hati kepada keilmuannya, cara penyampaiannya, cara berfikirnya, luasnya dakwahnya, kegiatan sosialnya, kecintaannya pada rasul dan sahabat. Jika mengingat masa lalu “from korea to ldk to kammi to ldk and then now, i’m fallin again with an other, yes you are salafi”. Rencana Allah memang indah dan untuk sampai kesatu titik, dibutuhkan proses dan waktu. Temanku khawatir saking mudahnya aku jatuh cinta pada sesuatu, ia takut aku nanti mudah diajak pada suatu ajaran/something yang tidak benar. Insya allah saudaraku, allah pasti memberikan jalan menujuNya padaku. CintaNya yang ku dampa, sedang sekarang aku masih belum puas dengan pengetahuan yang ku punya, insya allah nanti aku bisa semakin kuat dan dalam beraqidah, kita akan berproses melangkah kesana.
Calon suamiku aku sadar, banyak sekali kekuranganku, imanku masih compang camping, berlubang dan mudah di hembuskan nafsu. Tapi ku harap, Allah segera mempertemukan ku dengan orang-orang sholeh yang akan mengajakku mengarah kepadaNya. Aku akan belajar, insya allah. Ku harap kamu juga sama, dan kita bisa saling menguatkan. Ku harap kamu adalah seseorang yang mencintai allah melebihi dirimu sendiri, mencinti ilmu syari, mencintai umat/masyarakat dan nanti kita bisa bersama-sama melakukan aksi  sebagai relawan di lapangan. Kau akan mengajariku kan? Jazakallah akhy J

Sabtu, 03 Januari 2015

Salaf, apa itu..


Assalamua'alykum

hari-hariku seminggu ini hanya kuhabiskan dengan membuang waktu. disaat semua teman-temanku berlibur atau kembali ke rumah, aku masih di sini di jember. bulan januari 2015 sebenarnya adalah semester antara, fungsinya sama seperti semester pendek untuk memperbaiki nilai-nilai yang anjlok si semester yang lalu.sebenarnya juga aku ingin memperbaiki beberapa nilaiku yang jelek, tapi selain uang bulananku yang menipis juga aku takut jadwal ujian semester antara bentrok dengan jadwal magangku..
semoga di bulan januari ini aku sudah bisa mengerjakan skripsi sampai bab 2. hehe kamu tahu, tadi pagi aku berniat jalan pagi dengan ukhti wilujeng, tapi ketika kami akan berangkat, hujan tiba-tiba turun dan mengguyur kami. tibalah kami berteduh di masjid alhikmah, saat sedang asyik surfing di dunia yang lain tiba-tiba wilujeng memperlihatkan sebuah foto lucu kepadaku. 
akhir-akhir ini aku juga mulai tertarik dengan salafi. bagaimanan mereka menggambarkan hubungan dengan muslim yang berbeda harakah, hukum syariah, kewajiban sebagai muslimah, amalan sunnah, juga semangatnya mereka dalam menuntut ilmu seperti bahasa arab. subhanallah.. luar biasa. kehidupan mereka juga teratur dan terarah. teratur dalam beribadah, bermuamalah, bekerja, menuntut imu, lucunya kehibupan sehari-hari dengan keluarga teman-temannya. juga terarah dengan menjadikan allah sebagai satu-satunya tujuan hidup mereka, bahwa dunia ini hanya tempat bersinggah, hanya menumpang minum dan akhiratlah tempat hidup yang kekal. 
aku mulai ingin mengenal salafi, hari ini dari browsing kucari tahu dimanakah alamat ma'had salafi di jember, jauhkah dari kontrakan ku disini. semoga allah mengijinkan diriku menuntut ilmu. aku percaya pada allah, Ia akan memberikan yang paling baik menurut Allah untuk diriku. Salafy, memurnikan aqidah menebar sunnah :) 
Semoga kita bisa berlari menuju allah, bersama dalam ketaatan, dan bisa bertemu di waktu yang tepat. salam sayang dariku :))
ps : suka banget sama kehidupan mereka yang rapi ; tata kehidupan rapi, sandal rapi, rapiii-rapiii heheh :)


Selasa, 16 Desember 2014

Apa itu Salafy?

semenjak saya meminta pertemanan (read : facebook), status orang-orang itu sering muncul di beranda. orang-orang ayng jiwanya indah, ingin mengaplikan islam di kehidupan. setiap yang mereka tulis, tersirat tampak hati-hati dalam memahami persoalan, karena takut bertentangan dengan syariat.
orang-orang tersebut keren  bisa banyak membawa perubahan besar bagi umat yang kini tengah goyah. aku ingin memahami mereka. semoga Allh yang maha memiliki ilmu memberikan petunjuk dan bisa mempertemukanku dangan mereka, mengajarkanku tentang islam dari sisi lain yang tak pernah ku singgahi 

Resensi Buku "Hidup Sekali Berarti lalu Mati"

Buku ini merupakan salah satu karya dari Ustadz muda Ahmad Rifa'i Rif'an 

"Apa yang bisa kau LIHAT adalah apa yang pasti bisa kamu menCAPAInya"
sebagai seorang makhluk yang lemah, saya sering sekali futur dan menyerah dengan keadaan. sehari-hari saya habiskan dengan aktivitas seadanya yang tidak memiliki manfaat bagi diri dan orang lain. Dengan quotes dias semoga bisa meresap ke palung hati dan menancap kokoh, bisa mendorong saya untuk berjuang dalam meraih cita-cita, ingat ada sosok orang tua dan saudara yang menanti kesuksesan di rumah. cerdas itu memang butuj pengorbanan, seperti burung elang untu berubah menjadi rajawali harus mengalami masa yang sulit dan kesakitan selama berbulan-bulan, lantas apa yang kemudan ia dapat? tambahan usia 30 tahun dan juga fisik lebih indah serta kuat. harus ada keringat dan sakit untuk merasai manisnya air mata bahagia. sering -sering lah baca tulisan motivasi dibukumu untuk menumbahkan rasa cinta belajar itu,  semoga Allah ridho :)

"Gitu Aja Kok Repot?" 
pikiran negative hanya akan menyebabkan pikiran kacau, tubuh inkonsisten, dan mengalami kebingungan namun masalah tidak bisa diselesaikan. semakin lama menunda pekerjaan, hanya akan menyebabkan masalah baru, hasil yang tidak memuaskan dan tubuh tang kesakitan.
ganti dengan "Owalah, Cuma Gini Toh!" akan menyebabkan kedua oak berjalan selaras, jantung berdetak dengan baik dan tubuh bersemangat untuk mengerjakannya. ciptkan suasana nyaman, dan yakin kamu bisa.

"KEINGINAN akan mempengaruhi HIDUPMU, jangan ragu"
setiap manusia miliki potensi yang laur biasa, Allah sudah mencipkan dalam bentuk sebaik-baiknya dan menugaskan mausia untuk menjadi khalifah di muka bumi. pilihan itu hanya ada dua : menyerah atau menang. maka pilihlah yang akan membawa kebaikan bagi keluarga, saudaramu dan masyrakat. hidupmu hanya sekali, jangan jadi pemalas, berlombalah dalam kebaikan.

**Jadilh generasi Cerdas,Kritis, dan Berani. Muslimah yang akan membawa kebaikan dimanapun berada sebelum kematian itu tiba. setiap hari waktuku berkurang, sampai nantinya mencapai titik nol- umurmu habis. berjalan lah dengan yakin, percaya diri, lakukan yang terbaik, dan berbahagialah sampai tiba waktunya berjumpa dengan Rabbmu. 

Ibuku Sayang

Ibu, kasihmu seperti tetesan air hujan. Deras, membasahi hatiku yang tandus. Kau hadir memberikan sinar di hariku yang kelam. Senyummu adalah energi, menyengat keseluruh tubuhku. Kesabaran dan ketabahanmu bagaikan batu cadas, keras tidak hancur meski ditimpa musim bertahun-tahun.
Ibu, kulihat tubuhmu berubah tidak secantik dulu. Rambut putihmu mencuat satu- satu, wajahmu menggambarkan kerasnya hari-hari yang telah kau lalui. Kau menerima sakit, badanmu mengatakan cukup, ayo beristirahat tapi ragamu mengatakan “ayo bangkit, dei anak-anakmu”
Oh ibu bagaimana aku harus menggambarkan banyaknya dosaku padamu. Hari-hari banyak yang aku siakan, aku tidak belajar sekuatku.
Ibu meski terlambat, ingin ku persembahkan cinta ini untukmu. Hatiku memanggil namamu ibu. Bismillah, semoga Allah meridhoi. Aku ingin membahagiakanmu, akan ku kejar cita-citaku. Tunggulah ayah dan ibu, aku akan membuat kalian terseyum kembali..

Rabu, 08 Oktober 2014

Be Better Muslimah

Di langit sore yang cerah, bulan Oktober baru seminggu dimasuki dan Ujian Tengah Semester sedang dilalui, aku disini di masjid alhikmah kembali menorehkan catatan rindu seorang akhwat. Baru dua puluh empat mingguan mengikuti kegiatan rutin disii, belajar sisi keilmuan islam dan menjalin ukhuwah bersama muslimah, merasa sangat beruntung. Ketika niat baru terbersit dihati, namun cukup dengan keinginan, allah membukakan jalan. Tiap hari selalu ditiupkan nafas-nafas islam, di dekatkan dengan keilmuan yang telah tertuang ditumpukan mushaf, hatiku telah tertaut. Disini bersama indahnya islam. 
Mencintai islam artinya mencintai allah, rasulullah, mengikuti ajarannya; mengikuti yang haq dan menjauhi kebathilan. Setiap mempelajari, semakin terasa bodohlahdiri. Menyiakan waktu, malas membaca, ibadah sekadarnya mdan dosa-dosa lainnya membuat semakin membuncah penyesalan. Hidayah allah, tidak ada yang tahu akan menyinari siapa, tapi sebagai insan tugas kita untuk mencari tahu dan mendekatinya maka akan terbukalah mahligai cinta manisnya surga.
Khilafiyah yang sebelumnya sering kuberdebatkan tidak lagi menjadi acuan, aku mengerti tidak semudah itu memutar balikkan hati yang terluka, ia suatu saat akan diobati aleh Rabb yang maha penyayang dan kesembuhan hanyalah kepastian dari semua pesakitan. 
Yang baru dari minggu ini, Dont judge book by the cover jangan menilai jiwa hanya dari tampilan luarnya. Bisa jadi ia sekarang seperti ini tapi, kita tidak pernah tahu ketetapan dan hidayah allah. Ia sekarang ingin belajar ilmu allah, walau ada yang meragukan, insya allah Rabbul Izzati yang akan memberi petunjuk. Semoga allah melimpahkan keistiqomaha dan menautkan hatinya dalam kemulian islam. Juga apalah amalan yang diri ini miliki sehingga merasa lebih buaik dan boleh menilai orang lain. Sholat yang masih terburu-buru, sunnah yang enggan dikerjakan, janji yang tak ditepati, amanah yang dikerjakan sekenanya dan masih buanyak lagi. Jadi apa yang kamu banggakan, sedangkan kamu tidak memiliki apa-apa? Berusaha itu adalah tugas kita, sedangkan buah dari usaha itulah ketatapan milik allah.
So Istiqomah Ukhty, Allah Love You So Much <3


Senin, 15 September 2014

Ready for Mentoring

hari kedua mengikuti mentoring bersama si "diya". alhamdulillah materi syahadat mengingatkan akan kasih cinta untuk allah dan rasul muhammad bahwa syahadat itu tiap hari kita ucapakan, lima hari sekali bahkan ketika sholat sunnah dan melakukan aktivitas lainnya seperti membayar zakat pasti yang namanya syahadat tidak pernah lepas. jadi dengan kita mengucapkan syahadat, berarti kita telah berkomitmen pada allah dan rasulullah. dengan komitmen berarti kita yakin, percaya, dan tanggung jawab dalam melangamalkan. yakin bahwa setiap hal yang diperintahkan pasti ada karunia besar. 
 pagi ini mentoring dimulai jam enam pagi, kami berkumpul di depan gedung rektorat, menghadap ke gedung FKIP. alhamdulillah juga tidak bertemu saudaraku di masjid, bagaimana perasaan mereka jika mereka tahu aku mengikuti halaqah di organisasi yang lain. karena tidak ingin menyakiti hati mereka juga tidak mampu menolak rasa untuk menuntut ilmu, akhirnya aku tetap datang ya walaupun dengan sembunyi-sembunyi. ya allah ampuni hamba ya allah.. 
pagi ini halaqah di mulai dengan tilawah satu halaman bergantian, dilanjutkan dengan menyimak berita aktual mengenai fenomena saat ini, kultum, dan pemberian materi dari murabbi. luar biasa bisa belajar bersama mereka, tidak ingin lepas dari mereka.
tadi malam aku mendapat teguran. dari teman sejawat tempat segala keluh kesah ku tumpahkan. dia yang mengajak ku ke masjid, memperkenalkanku dengan mereka dan belajar ilmu islam. tentulah walau dia mengetakan netral tidak memihak salah satu golongan tapi tetap saja dia sudah bertahun-tahun di masjid pasti ada rasa kecenderungan hati melabuh disana. seperti seorang menantu yang diterima di keluarga baru dengan hangat tentulah hatinya telah berpaut. sesungguhnya semua golongan itu sama mengajak pada yang makruf dan menolak yang mungkar namun dengan sarana kendaraan yang berbeda.
segala kegalauan ini tidak mungkin lagi ku ceritakan padanya, pendapat dari sudut objektif pasti lebih condong pada salah satu. hanya disini, di selembar kertas putih di display laptop ku curahkan rangkaian pernak-pernik isi hati. sebagai bahan muhasabah jika suatu saat di masa depan, aku ingin tahu seperti apa masa kuliahku, maka peninggalan ini yang akan menjadi jejak pencarian hidupku..
oh iya ada hal yang mengiris hati, miris tempat majlis ilmu yang kami di trotoar . dipinggir jalan detemani diringin sautan sapu bapak pasukan kuning yang membersihkan daun-duan juga mahasiswa yang lalu lalang berangkat ke kampus. ada beberapa bapak juga yang menegur kami karena menghalangi jalan. kamu tahu apa yang aku rasakan? miris. sementara kemarin aku mengikuti kajian di masjid dengan lantai yang bersih, ruangan yang sejuk dan fasilitas lainnya sementara saudara pejuang dakwah lainnya kesulitan untuk mencari tempat untuk menyampaikan ilmu allah. kami punya tujuan yang sama, dengan jalan yang sama, kenapa tidak saling membantu bahu-membahu dalam menyaiarkan dakwah? cukup..okey stop. hamasah, yakin percaya allah pasti akan menolong dan membantu dalam memperjuangkan agamanya. suatu saat pasti LDK akan terbuka, dan membagi masjidnya dengan pejuang lainnya. Aaminn :)

Puzzle in LDK

Jember itu aneh-katanya. Tidak seperti universitas lain di indonesia, di jember organisasi nasional yang satu ini tidak bisa seluasa bergerak lincah. Jadi organisasi ini namanya “KAMMI”, aktivis dakwah ini bukan nama yang asing bukan? Ya Kammi merupakan singkatan dari kesatuan aksi mahasiswa muslim indonesia ini mempunyai basis kuat di seluruh penduru unit kerohanian islam di indonesia. Selain kaderasi yang kuat, pendidikan tarbiyah yang mereka usung memang benar-benar membawa perubahan besar bagi hidup mahasiswa khusunya mahasiswa baru yang pertama kali memasuki dunia perguruan tinggi. Dengan mengusung motto muslim negarawan, mereka bercita-cita menjadi pemuda cerdas, bermental kritis, dan memahami masalah politik di negeri ini dengan berlandaskan asas islam yang kuat. Sebelum resmi menjadi kader kammi, ada pengkaderan biasanya disebut dm atau dauroh marhalah. Kegiatan ini mewajibkan peserta mempelajari buku mantuba yaitu buku-buku pengobar semangat buah karya hasan al banna, sayyid qutbh, anis matta dan tokoh islam berpengaruh lainnya. Kegiatan dm akan mewajibkan pesertanya untuk menginap dimana akan ada diskusi kelompok mengenai fenomena saat ini dan peserta bebas untuk mengeluarkan seluruh pendapatnya, ibadah utama juga tidak ditinggalkan disini. Sholat lima waktu berjamaah dan sholat sunnah tidak pernah ketinggalan, tilawah bergilir, dan membaca doa-doa juga dipelajari di kegiatan ini.  Peserta juga dilatih menjadi pemimpin dengan di tuntut maju ke depan, dan mengucapkan cita-citanya. Selanjutnya ketika sudah resmi menjadi anggota maka anggota bisa mengikuti kegiatan kammi baik sektor daerah bahkan lintas provinsi. Disini anggota akan mengenal banyak aktivis dakwah dari berbagai daerah bahkan bisa berkenalan dengan tokoh-tokoh berpengaruh di kancah negara.dari tokoh berpengalaman tersebut, anggota bisa belajar bagaiaman memulai dari nol untuk menjadi luar biasa. Jadi ukhuwah yang diperoleh luas sekali dan menyatuka antar suku bangsa.  Di tahun-tahun selanjutnya jika sudah mampu maka akan ada dm 1 dan dm 2.
Begitulah sekilas yang saya ketahui tentang kammi. Sungguh jiwa ini rindu untuk bergabung, tapi tak sampai tega merusak ukhuwah yang sudah saya bangun di masjid.  Pasti kamu bertanya-tanya bagaiamana bisa ikut kammi akan merusak ukhuwah di masjid?
Jadi seperti ini, kondisi kammi di jember dan di kota lain itu berbeda. Disini kammi tidak bisa masuk masjid kampus sesuka hati apalagi mengadakan pertemuan bahkan acara di masjid kampus. Kenapa?  Sebenarnya bukan mengungkapkan aib suatu golongan, apalagi tempat yang sudah terbuka mengajari saya tentang islam dari pemula. Ini hanya sebagai pembelajaran bahwa ada ketegangan sosial disini, ada ketimpangan dan ketidak adilan yang dirasakan salah satu golongan.
Masjid utama yang ada di lingkungan universitas jember ini Cuma ada satu, masjid yang sering dilewati mahasiswa dan menjadi pusat kegiatan kerohanian islam. Masjid memiliki fasilitas sama dengan masjid lainnya, namun perbedaannya ada pada pengurusnya yaitu mahasiswa. Mereka mempunyai organisasi sendiri yang mengatur segala kegiatan dakwah yang ada di dalam masjid. Mereka memilki kekuasaan penuh agenda apa yang bisa diadakan dan apa yang dilarang. Mereka disebut dengan lembaga dakwah kampus (LDK). Jadi kekuasaan seratus persen ada di mereka, mulai dari kegiatan hari senin sampai seninn selanjutnya mereka sudah punya catatan sendiri. Mereka yang notabene organisasi resmi dan memiliki SK, mendapatkan fasilitas penuh dar universitas. Masalahnya terletak disini, tidak ada pembagian dan pembukaan pintu kepada organisasi lain yang ingin mengadakan kegiatan di masjid. Alasannya satu, LDK sudah memiliki agenda sendiri di dalam masjid yang tidak bisa di ganggu gugat oleh yang lain. Dari keegoisan ini, rasa iri pun muncul. Bagaimana mungkin organisasi besar dengan kader yang sangat banyak tidak dapat mengadakan kegiatan di masjid kampus padahal seyogyanya masjid adalah tempat berdakwah dan patutnya dimiliki bersama.
Mengapa LDK di masjid sampai sekeras itu? Saya juga masih bertanya-tanya. Mungkin rencana allah kenapa saya masih belum bisa bergabung bersama kammi karena ini, puzzle yang sudah lama terpisah ini ingin saya gabungkan sehingga jawaban dari pertanyaan semua orang bisa saya jawab. Memang tidak cukup jika hanya mendengar katanya seperti ini seperti itulah, saya tidak bisa menilai jika saya sendiri tidak menyelami dan merasai. Bukan karena ingin mencari kesalahan masing-masing sisi tapi saya ingin menjawab dan memperbaiki luka yang pernah ada di hati aktivis dakwah kepada LDK.
penyemangat bagi diri saya : keep hamasah ya, kamu bisa, bersabar, dan terus belajar. tidaka apa-apa sekarang masih belum ada kesempatan, jika allah ridho akan pasti ada waktunya. SABAR YA !!  :)

Keputusan

Hari ini aku mendapat amanah menjadi bagian dari pemakmur masjid bersama mereka bidadari dunia. Ya allah hamba takut, amanah menjadi takmir masjid pastilah tak mudah. Ini bukan sekedar tanggung jawab pada organisasi di fakultas tapi ini masjid, tempat paling dekat dengan allah. Padahal di awal masuk, aku tak ada niatan untuk menjadi pengurus, aku hanya ingin tahu siapa mereka, apa yang mereka kerjakan, kenapa mereka ke masjid setiap hari, tidak seperti orang-orang pernah ku kenal. Pakaian mereka juga seram, baju kurung warna gelap, sekelam bayangan berita yang serng ku tonton dari media. Membicarakan ini mungkin tak ada habisnya, banyak dari cerita ku membahas ini, berkali-kali membicarkan dari berbagai sudut suasana hati.
Dari ujung jalan sana, ada rumah yang lebih indah. Menawarkan bunga-bunga yang wangi dan bermacam jenisnya. Tapi sayang sebelumnya aku sudah memetik bunga yang lain padahal kesempatan yang diberikan cuma satu kali. Sewangi apapun aku tidak bisa mengambilnya kecuali melepas bunga yang sedang ku genggam. Resikonya besar, jika bunga itu ku lepas tentu orang yang memberikannya akan kecewa padaku. Aku akan merusak persahabatan kami padahal bunga ini tadinya dia berikan sebagai tanda sayang kasihnya padaku. Ya begitulah.. Mengerti maksudku? 
Ada kekecewaan berat, sakit sekali tidak bisa memtik bunga di rumah tadi. Tapi bagaimana lagi. Kalaulah sekarang aku masih belum bisa, insya allah akan ada bantuan dari allah suatu saat nanti untukmu. Rencana allah tidak ada yang tahu kan? Allah maha tahu yang terbaik bagi makhluknya..
Aku yang awalnya bukan siapa-siapa kini mulai menjadi apa-apa. Aku harus berubah.. Okeyy
Tapii, masih berat. Aku ingin mengikhlaskan tapi sangat sulit, bagaimana ini ya allah?? :(
Ini yang terbaik, yakin itu. Ini dar dan ini jalan allah. Allah ingin aku memperbaiki dan mempersiapkan diri sebelum bergabung bersama mereka..akan ada riziki yang allah siapkan. Yakin?? Percaya? Harus :)


C'mon Choose ya


Alhamdulillah beginilah aktivitasku saat ini. Allah mengaruniakan nikmat yang luar biasa, bisa mengenal dengan bidadari dunia yang ikhlas berkorban demi agama allah. Hal sangat berbeda dengan kehidupanku setahun yang lalu, sangat asing dengan halaqah bahkan istilah umum seperti afwan atau jazakillah saja aku tak mengerti artinya. Titik balik dimulai dengan mengenal mereka aktivis dakwah, mengajak ku berkumpul dengan jamaahnya dan memperkenalkanku dengan jendela baru dari hari-hari biasaku.
Saat ini aku kebingungan, ya begitulah sifat manusia was-was atau ragu-ragu, aku tak paham diriku ini masuk yang mana. Di satu sisi aku ingin berkumpul dengan mereka, menghadiri kajian ilmunya, hal luar biasa sebagai pengobat luka hatiku namun ketika aku menemukan sisi gelapnya, hal yang wajar bukan jika terbersit pikiran untuk singgah di halaman hijau orang lain?
Seperti yang kemarin kegiatan yang ku ikuti. Mereka orang-orang luar biasa, aku yakin insya allah suatu saat mereka akan jadi pemimpin hebat. Persis seperti jiwa pemuda yang dipenuhi hasrat menggebu-gebu, ya demi memakmurkan agama dan bangsa tentunya. Bicara mereka tegas, namun tidak keras. Mereka mengerti dan mampu berkomunikasi dengan kawannya amat baik. Mungkin ini pandanganku sebagai orang awam, aku belum tahu pasti seperti apa, namun ketika nanti pintu gerbang ke rumah mereka ke masuki, aku akan tahu. Bukan ingin mencari kesalahan, namun aku ingin belajar bagaimana hidup yang sesungguhnya di mulai dari saat mahasiswa.
Ketika kemarin aku terlambat untuk menabung pengalaman, maka inilah saatnya satu tahun terakhir aku harus merasai setiap tempat. Ini akan jadi ilmu, berharap aku bisa berubah dan bisa menjadi pendakwah. Haha cita-cita muluk, tapi dengan niat insya allah nanti ada allah yang akan memudahkan jalan menuju tujuanku.


Sabtu, 13 September 2014

Semester7

Hari baru disemester tujuh antara senang dan gugup. Senang karena akhirnya tanggung jawab akan segera purna dilanjurkan dengan mencari rizki untuk orang tua dan gugup akankah aku berhasil melewati satu tahun kedepan dengan siap dan matang.
Selain mntal percaya diri yang harus kupersiapkan, lingkungan yang baik dan kondusifpun juga sudah ditangan. Setelah kebingungan selama tiga tahun, ku putuskan setahun terakhir in harus dihabiskan dengan bermakna dan perbuhan besar. Bersama mereka aku akan belajar ilmu agama, sebagai pengobat haus kalbuku juga keikhlasan beribadah supaya allah mudahkan jalanku. Terakhir dengan ketekunan dan menghapus kemalan, insya allah jalan itu pasti allah bukakan.
Disini hal-hal baru kupelajari. Ada sholat berjamaah, mengaji bersama juga mempelajari tajiwid serta terjemahnya disini juga bergiliran memberikan kultum subuh dengan tema yang berbeda setiap hari. Aku yang kaku berbicara di depan umum harus siap-siap belajar dan mengamalkan agar ilmu ini tidak hilang dan menjadi manfaat.
Banyak kelbihan yang aku rasakan selain ruhiyah, jasmaniyah juga terpenuhi. Alhamdulillah uang saku setiap bulan bisa dihemat. Biasanya uang segitu hanya cukup untuk sewa kamar tapi sekarang malah cukup untuk makan dua kali sehari. aku juga jadi tidak malas untuk bersih-bersih karena ada piket menyamu dan mengepel juga memasak. Sungguh luar biasa. 
Kami tinggal berlima disini, walaupun masih agak kaku karena baru mengenal tapi aku akan berusaha berkomunikasi dengan mereka. Wajib. Disamping kamarku ada mbah dul, beliau adalah orang tua perempuan dari pemilik rumah kontrakan. Beliau terkena stoke sejak bertahun-tahun lalu. Tak tega rasanya melihat mbah dul tetatih-tatih berjalan ke kamar mandi serta mencuci sendiri.


Maaf ibu-Saya bersalah

Hidup saya-mudah ketika mengatakan saya siap istiqomah-tapi ternyata jalannya tidak mudah. Bukan Cuma kerikil, jarum, benda-benda keras dan tajam siap mengahalangi langkah saya. Seperti itulah syaitan sangat bersemangat mengahalangi orang yang ingin berubah. Keragu-raguan selalu dimunculkan. Apa ini jalan yang benar, bagiamana jika jalannya buntu, ahh-membuat manusia bingung dan tidak sampai ke pentas akhir.
Benar kata murabbiku iman itu ibarat bara api, dipegang akan merasakan panas namun ketika di lepas hanya kegelapan yang tersisa. Istiqomah itu mudah di ucapkan, tapi ternyata.. yasudahlah yang penting sekarang saya sudah berniat. Insya allah, ada yang maha kuasa yang memberi petunjuk.
Begitu banyak kesalahan yang seharusnya bisa saya cegah dan hindari. Salah satunya sholat. Seandainya saya tidak lalai dan mengulur waktu mungkin azab allah yang dijanjikan tidak akan muncul di permukaan pikiran. Yang paling parah, saya yang saat ini menempuh pendidikan kesmas tidak bisa berbuat apa-apa untuk ibu saya yang hamil. Jangankan perhatian, meringankan pekerjaan rumah yang amat berat pun saya kesulitan untuk maju kedepan. Akhirnya penyesalan seumur hidup yang saya dapatkan, kemarin hari kamis/12 september 2014 pukul 14.30, ibu saya melahirkan esorang adik laki-laki tapi setengah jam berlalu saya diberi kabar lagi oleh kakak ipar, adik yang belum sempat saya jumpai telah berpulang ke sisi Rabbi, Allah azza wajalla. Innalillah, mimpi buruk menjadi kenyataan. Air matapun tak ada gunanya, ibaratkan menunggu panas di musim dingin-tidak mungkin terjadi-saya menyesal. Harusnya ketika ibu kebingungan ketika tahu dirinya hamil di usia yang tak lagi muda, mestinya menenangkan ibu. Mengatakan kalimat-kalimat motivasi yang pernah saya baca bahwa masih ada saya. Ibu tidak sendiri, itu rizki dari allah. Sekarang hanya air mata yang mengering dihati, yang saya rasakan.

Ibu, saya amat menyayangimu. Andai saya harus membalas semua pengorbananmu tak akan mampu, ibu. Maaf hanya itu yang mampu saya ucapakan. Ibu, kau bidadari hidupku. Kau yang menjadi penuntunku saat semangat ini lemah, takut akan kegagalan, ragu, mendengar suaramu membuatku bangkit lagi. Ku harap  Allah memberikan rizki untuk keluarga kita, sungguh aku ingin mencurahka kasihku untukmu.. ibu maafkan aku.. aku sayang padamu..

Sabtu, 30 Agustus 2014

Goes Chapter 2

Hari baru disemester tujuh antara senang dan gugup. Senang karena akhirnya tanggung jawab akan segera purna dilanjurkan dengan mencari rizki untuk orang tua dan gugup akankah aku berhasil melewati satu tahun kedepan dengan siap dan matang.
Selain mntal percaya diri yang harus kupersiapkan, lingkungan yang baik dan kondusifpun juga sudah ditangan. Setelah kebingungan selama tiga tahun, ku putuskan setahun terakhir in harus dihabiskan dengan bermakna dan perbuhan besar. Bersama mereka aku akan belajar ilmu agama, sebagai pengobat haus kalbuku juga keikhlasan beribadah supaya allah mudahkan jalanku. Terakhir dengan ketekunan dan menghapus kemalan, insya allah jalan itu pasti allah bukakan.
Disini hal-hal baru kupelajari. Ada sholat berjamaah, mengaji bersama juga mempelajari tajiwid serta terjemahnya disini juga bergiliran memberikan kultum subuh dengan tema yang berbeda setiap hari. Aku yang kaku berbicara di depan umum harus siap-siap belajar dan mengamalkan agar ilmu ini tidak hilang dan menjadi manfaat.
Banyak kelebihan yang aku rasakan selain ruhiyah, jasmaniyah juga terpenuhi. Alhamdulillah uang saku setiap bulan bisa dihemat. Biasanya uang segitu hanya cukup untuk sewa kamar tapi sekarang malah cukup untuk makan dua kali sehari. aku juga jadi tidak malas untuk bersih-bersih karena ada piket menyamu dan mengepel juga memasak. Sungguh luar biasa.

Kami tinggal berlima disini, walaupun masih agak kaku karena baru mengenal tapi aku akan berusaha berkomunikasi dengan mereka. Wajib. Disamping kamarku ada mbah dul, beliau adalah orang tua perempuan dari pemilik rumah kontrakan. Beliau terkena stoke sejak bertahun-tahun lalu. Tak tega rasanya melihat mbah dul tetatih-tatih berjalan ke kamar mandi serta mencuci sendiri.


Goes Chapter 1

LDK, Pertama kali aku mendengar namanya sudah terbayang ketakutan akan sekumpulan muslimah berjubah panjang berwarna kelam, hitam abu-abu atau coklat dengan jilbab menjulur hingga ke pinggang. Atau anggota laki-lakinya dengan celana cingkrang dan berjenggot sangat khas sekali dengan ciri-ciri teroris yang sering ku tonton di telivisi. Sekumpulan anak masjid yang rajin sekali datang pagi-pagi menunggu di depan gedung registrasi mahasiswa baru yang akan memulai bangku perkuliahan. Sejak SMA aku sudah diwanti-wanti oleh guru maupun kenalan kakakku yang pernah menimba ilmu di kota ini agar aku berhati-hati dengan anak masjid. Jangan memakai pakaian yang akan mengundang mereka untuk mengajakmu ke masjid kalau bisa hindari ketika berjumpa dengan mereka.

Itu yang selalu tertanam di kedalaman lembah otak dan pemikiranku, tanpa mencari tahu kebenarannya aku meyakini apa yang merka katakan karena mereka lebih dewasa pasti benar dan lebih tahu. Selama kuliah hidupku statis, cukuplah hanya dengan sholat setiap hari walau kadang diakhir waktu dan sesekali membuka lembaran kitab suci beberapa minggu sekali.

Benar kata buku yang pernah kubaca, “jangan menilai kesalahan seseorang mewakili seluruh bagian kelompoknya, Dont judge book by the cover”. Pelajari dan selami dulu baru boleh menilai. Di ujung masa kuliah, sedikit pikiran ini terjernih. Dimulai dari pendekatan mengenai pemakmur masjid kota gudek Jogja, aku mulai tertarik dengan mereka. Sangat rela kuliah tertunda, asalkan bisa memperoleh ilmu yang benar-benar bermanfaat bagi umat, bahkan ada yang sudah berjanji kepada orang tuanya untuk terlambat lulus satu tahun. subhanllah, aku penasaran apa gerangan mereka rela padahal mahasiswa yang lain berlomba-lomba berpacu seperti kuda perang agar lulus secepa-cepatnya.

Pengalaman pertamaku ke masjid kampus, di awal tahun di sebuah masjid kecil di pelataran fakultas, mengajarkanku tentang najis, ilmu yang sudah lama tak ke dengar sejak ku tinggalkan Tsanawiyah. Tergerak hati ini, aku ingin belajar ilmu agama lagi, ilmu sudah lama tak ku dengar, denyut-denyut ilmu yang ku rindukan. Prosesny berlangsung sebentar, hanya 30 menit padahal aku ingin berlama-lama di masjid itu. Lama tak ku dengar temanku itu mengajak kembali ke masjid. Aku rindu, ingin memasuki rumah allah. Hari demi hari berganti, kenapa dia tidak mengajakku lagi. Hufft... L.

Sore hari di lobi kampus, datanglah teman yang lain menhampiriku, menawarkan datang ke majlis ilmu, datang pada mereka yang di awal kutakuti. Dia bahwan menawarkan untuk menjemputku, tak apa jika aku menggunakan celana bukan rok panjang yang sering mereka pakai. Awal tiba disana, aku kikuk. Hanya beberapa orang saja yang ku kenal. Sempat aku meremehkan mereka, ada seorang penceramah di depan majlis tapi kenapa mereka yang berjubah panjang ada yang tidak menyimak isi tausiyah. Kemuadian tak ku pedulikan mereka, biarlah aku ingin mendapatkan ilmu disini. Selesai majlis mataku berembun, inilah islam yang telah lama ku genggam tapi tak dikenal. Islam yang indah, dengan pegangan yang tidak akan membuat umatnya kebingungan mengenai dasar ilmu kehidupan. Sore itu, ku teguhkan perasaan ini. Saatnya berubah, membersihkan lumut dosa di sepanjang umur ini dan belajar bersama mereka tentang islam yang suci.

Jember, 19 Agustus 2014


surat cinta untuk dakwah chapter 1

Saat mendengar namanya tertarik bibir ini, mengembang senyum ini. Ingin rasanya masuk bersama mereka. Semangat juangnya, motivasi dakwahnya dan kekuatan tarbiyah yang menyatukan sejuta insan. Tiap kali mendengar alunan itu, saya tahu itu dia yang saya kagumi.
Dakwah ibarat sebuah ladang, bersegera menyemai bersama-sama menyiram. Tegaknya kaki melangkah menyusuri jalan dakwah. Melewati lumpur, belut dan duri. Manisnya dakwah jika sudah menyelami, memasuki keindahan jihad demi mensyiarkan agama allah.
janganlah kekaguman ini akan mengabu-abukan cintaku pada sang ilahi, tapi dengan namanya disebut malah mengingatkanku bahwa cinta yang sesungguhnya hanya untuk allah.
Biarlah saat ini masih belum ada peluang berjumpa, tapi berbagai media mempelajarinyapun sendiri saya harus bisa.
Seperti kata ustad Rahmad Abdullah, bahwa dakwah ini putuh perhatian, alunan sabar, dan untaian semangat menuntut serta berbagi ilmu.
Saya harus bisa, allah sudah membukakan jalan. Pilihan ada di genggaman ini, diam di temapt atau terus berjalan.
 Sebenarnya saya tidaklah pantai berkata-kata, hafalanpun tak punya, tapi saya punya semangat. Saya juga ingin terjun di medan itu, semoga allah membukakan pintu untuk saya tetap istiqomah.


Kamis, 03 Juli 2014

Peringatan Tanda Sayang


Setiap hari, lembaran baru dari buku hisapku berganti. entah amal baik apa yang sudah aku buat dan keburukan apa saja yang sudah tak terasa dilakukan.tiap tahun bukuku di ganti dengan yang baru, malaikat sang pencatat tak melepaskan penanya dari setiap langkah aktivitasku.
Untuk bisa sampai ke tahap istiqomah memang tidak mudah, butuh perjuangan melawan penyeru kemaksiatan, namun jika iman ini selalu di hati, rasanya semuanya mudah dan hidup jadi lebih terarah.
Keimanan manusia memang harus di jaga, agar tujuan akhir bisa dicapai. Ketika kita melenceng pada jalan yang salah maka rasa optimis menuju yang satu terasa amat sulit dan akhirnya tujun itu terlupakan di terpa angin nafsu.  Sebuah tamparan tidak selamanya sakit, ada rasa manis setelah denyutan itu hampir hilang. Kadang belaian tak bisa membangun orangkan yang pulas dalam buaian, ia butuh kejutan, tamparan misalnya? Hhehe :P
Peringatan itu allah berikan kepada siapa saja yang Ia inginkan dan allah maha mengerti siapa yang sedang membutuhkannya. Beruntunglah orang-orang yang masih di sayang allah, yang masih diberi peringatan agar manusia segera kembal padaNya.

I Love You Allah, aku mengerti karenaMu, aku ada saat ini karena limpahan nikmatMu, selalu ingin bersamaMu ya Rabb.. <3

Hijrah: Welcome Ukhuwah


Pindah itu wajib, apalagi menuju kabaikan. Begitulah yang sering ku dengar. Baru tiga bulan aku mengenal mereka, dan sekarang aku sudah mantap untuk hijrah. Sudah ku utarakan niatan ini pada kedua orang tua dan teman-temanku.
Awalnya aku tidak percaya bisa mengambil keputusan seperti ini. Benar-benar berbeda dari jalur hidupku dari awal masuk perguruan tinggi. Mereka yang dulu selalu ku jauhi dan ku takuti, KINI aku tidak bisa lepas, dan selalu ingin bersama mereka..
Begitulah pintu hati, ketika sudah sekali di ketuk, maka akakn segara terpaut. Ibarat gadis jatuh cinta yang rindu jika tak bertemu..
Islam mengajarkan manisnya persaudaran, indahnya membantu tanpa mengenal tanda balasan dari sesama makhluk lemah. Hanya Allah tempat berharap dan di damba.
Aku ingin menyelami mereka, menebar cinta bersama dakwah sekaligus renovasi tembok diri yang penuh debu dan lumut ini..


Ramadan Karim


“wahai ulat yang rakus, bermetamorfosislah di bulan mulia ini, agar nanti di hari fitri kau telah menjadi kupu-kupu jelita”
Alhamdulillah bulan ramadan sudah memasuki hari ke enam, bulan mulia, paling barokah diantara 11 bulan yang lain. Bulan dimana pintu neraka di tutup dan pintu syurga dibuka seluas-luasnya.
Ya allah ampuni hamba, belum bisa memaksimalkan ibadah kepadaMu, padahal kesempatan sudah engkau buka seluas-luasnya. Nyata-nyata engkau sudah memberi nikmat membuka hati ini dengan  rahmat kasihmu. Tapi ternyata isiqomah amat susah hamba jalankan, ringan di lidah, namun berat melangkah. Shalat sunnah dan ibadah lainnya amat berat dilakukan, dan yang wajib, puasa malah hamba hinakan dengan ghibah. Ya allah hamba ingin mendapat nilai terbaik juga dariMu yaRabb, di bulan pelatihan ini, arahkan hamba, dan kuatkan iman ini ya Allah. Dengan segala petunjukMu, diri ini yang lemah.
Ramadan yang mulia di tahun 2014, dilalui bersama teman-teman PBL di desa, semoga bisa dilalui dengan ibadah sebanyak-banyaknya padaMu ya Rabb.. Suka-duka ini semoga tidak merusak makna ramdan. Disini hamba banyak belajar hal-hal baru yang belum pernah hamba sadari, semoga menjadi pembuka jalan bagi ilmu-ilmuMu yang lain.

Rabu, 07 Mei 2014

Ash shihah bermuamalah


Pagi itu kami keluarga ash shihah sangat bersemangat, agenda muamalah untuk yang kedua kalinya akan kami laksanakan. Disaat matahari baru bangun dari peraduannya, kami berkumpul di sekret UKMKI Ash shihah, tujuannya satu, berangkat bersama ke area double w tempat para sarjana akan dikirap. Dengan membawa 40 batang bunga mawar plastik, bismillah yooo kami berangkat.
Senyum kami mengembang melihat lautan wisudawan dan wisudawati, waw indahnya perjuangan selama 4 tahun menuntut ilmu terbayar. Orang tua dan sanak keluarga, semuanya datang mengucapakan selamat. Alhamdulillah ikut senang juga iri. Waduuuh iri?? Maksudnya ingin segera menyusul, menyalurkan ilmu berbakti pada negeri.
Dengan gegap gempita kami berpencar menyusuri titik strategis untuk menjajakan bunga-bunga Ash shihah. Ada yang langsung membeli namun ada juga yang menolak. Ya namanya juga berusaha. Hehhe

Alhamdulillah kegiatan kami berakhir di jam 12 siang dengan sisa 7 batang bunga mawar. Hikmahnya, ternyata menghasilkan seribu rupiah saja susah sekal, apalagi di panas terik. Semoga dengan ini kami bisa lebih bijaksana dalam mengelola rizki yang diberikan allah.
 

Minggu, 04 Mei 2014

Mecintai alquran bersama ODOJ

Bismillahirromanirrohim,
Awalnya sebelum mengenal ODOJ, membaca alquran setiap hari sangat sulit sekali dilakukan. Yahh apalagi diperantauan yang jauh dari pengwasan orang tua. Untuk khatam pun butuh waktu satu sampai dua tahun, astaghfirullah.
Padahal alquran itu petunjuk allah, murni dan asli dari allah ta’ala. Kunci hidup di dinia ya adanya di alquran. Mau sukses, pinter, kaya, masuk surga, ya itu alquran semua jawabannya. Coba baca deh alquran dari sekarang, semua keraguan dan kegalauan kamu selama ini pasti bisa diatasi.
ODOJ (One Day One Juz), beruntung banget bisa mengenal ini. Sebagai orang yang cetek ilmu agamanya, saya baca alquran ya seadanya saja. Maksudnya kalau ada waktu, padahal allah sudah memberi nikmat 24 jam dan waktu tersebut berlalu setiap harinya tanpa membuka kitabullah, astaghfirullah.
Alhamdulillah baru  dua minggu saya mengikuti ODOJ dan perubahan luar biasa terjadi dalam diri saya. Membaca alquran jadi mudah, biasanya terbata-bata karena sudah lama tidak dibuka, paling Cuma malem jumat ngaji yasin. Itupun kalau ingat. Sekarang kerasa banget, hati jadi lebih lembut, lebih sabar, mudah belajarnya. Ya pokoknya banyak sekali .

Ayo teman-teman yang belum ikutan segera bergabung, yuk istiqomah bareng-bareng. Ikutan ODOJ versi WA dan ODOJ versi pribadi sih, bedanya Cuma dikit. Kalau yang di WA, ada yang ingetin tilawah tapi kalau yang versi pribadi, kita yang harus komitmen pada diri sendiri. Kuncinya sih, biasakan tilawah setiap hari, alhamdulullah kalau bisa satu juz perhari. Lebih cinta pada alquran, insya allah nanti alquran melindungi kita di akhirat. Aamiin ya rabb